Baru Sepekan Bebas dari Bui, Mantan Napi Narkoba di Ternate Kembali Diciduk Polisi

Jumpa pers penangkapan dua tersangka narkotika di Polsek Ternate Utara. (Aul/Poskomalut).

TERNATE-pm.com, Reserse Mobile (Resmob) Serigala Utara, Polsek Ternate Utara, Kota Ternate kembali menangkap satu mantan narapidana (Napi) di Lapas Kelas IIA Jambula Ternate.

Napi berinisial AD alias Adhi beserta satu rekannya dengan inisial AI alias Ari diringkus atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis sabu. Keduanya diketahui akan mengedarkan barang haram tersebut di Kota Ternate.

Kapolsek Ternate Utara, Ipda Muhammad Fiasal didampingi Kasi Humas Polres Ternate, Iptu Wahyuddin dalam jumpa pers menyatakan, kedua terduga terduga tersangka ini diamankan atas laporan dari masyarakat.

Kapolsek menjelaskan, paket sabu yang diamankan tersebut dikirim dari Jakarta menggunakan jasa pengiriman barang di wilayah Kecamatan Kota Ternate Selatan. Pelaku Ari menjemput paket tersebut selanjutnya diserahkan ke Adi yang baru seminggu keluar dari Lapas tepatnya pada Selasa 29 Agustus 2023 lalu.

“Adhi ini adalah mantan napi yang baru keluar seminggu dengan bebas bersarat, setelah barang tersebut diambil oleh Ari, barang itu akan diserahkan ke Adi yang saat itu sedang menunggu di depan SPBU Kalumata,” tegas Kapolsek.

Lebih lanjut menurut Kapolsek, dari tangan kedua terduga tersangka, anggota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 9 sachet sabu berukuran sedang dan 1 sachet berukuran kecil yang diselipkan di lengan baju kaos tangan panjang hitam putih.

“Selain 10 sachet sabu, anggota juga mengamankan barang bukti lain diantaranya adalah, 2 unit HP berbagai jenis beserta sim Card, kaos guntingan lengan, 1 sepeda motor serta 1 lembar resi pengiriman,” tegasnya.

Untuk tersangka Adhy kata Kapolsek, merupakan residivis kasus yang sama yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Perwakilan (BNNP) Provinsi Maluku Utara pada tahun 2017 lalu.

“Dia itu di vonis 11 tahun 6 bulan dan baru keluar dari Lapas pada pekan lalu,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut Kapolsek juga menegaskan, keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU Nomor 25 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup dan atau pidana paking singkat 6 tahun.

“Denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” pungkasnya.

Komentar

Loading...