Belum Lengkap, TPP Kembalikan Berkas Satu Caketum

Ketua TPP Ketum KONI Malut, La Syamsudin, didampingi Wakil Ketua, Moch Arif Abd Gani dan Sekertaris Hi Daud Ibrahim saat menutup secara resmi pendaftaran Caketum KONI Malut.

TERNATE-pm.com, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal calon Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku Utara (Malut) resmi menutup waktu pendaftaran pada pukul pukul 00.00 WIT, Selasa (20/9/2022) malam.

Hingga batas waktu pengembalian berkas pencalonan, TPP hanya menerima dokumen dari dua bakal calon yakni Hi. Djasman Abubakar dan Kuntu Daud.

Berkas yang dikembalikan diterima langsung Ketua TPP Ketum KONI Malut, La Syamsudin, didampingi Wakil Ketua, Moch Arif Abd Gani dan Sekertaris Hi Daud Ibrahim bertempat di Sekretariat KONI Provinsi Malut. Jl. Jerebusua, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate Selatan.

Ketua TPP, La Syamsudin, usai menutup pendaftaran menyebutkan pihaknya sudah mengantongi berkas dari dua calon yang dikembalikan. Di mana berkas yang dimasukkan itu, masih akan diverifikasi dan divalidasi.

Agenda pemeriksaan berkas yang dikembalikan dua bakal calon Ketum KONI Provinsi Malut dijadwalkan selama tiga hari. Yakni, dimulai pada, Rabu (21/9/2022) sampai Jumat (23/9/2022) besok pada pukul 18:00 WIT.

“Ini baru tahapan penjaringan. Mulai besok kami akan lakukan verifikasi dan validasi dua berkas yang dikembalikan oleh Djasman Abubakar dan Kuntu Daud,” jelasnya.

Syamsudin menyatakan, syarat utama yang harus dilengkapi masing-masing bakal calon, adalah mendapatkan dukungan 30 persen dari KONI kabupaten/kota dan 20 persen dukungan dari Cabang Olahraga (Cabor).

“Untuk Balon Ketum KONI Malut, Djasman Abubakar, berkasnya sudah lengkap. Yakni, 8 dukungan dari KONI Kabupaten/kota dan 11 dukungan dari cabang olahraga. Sementara, Kuntu Daud punya masih kurang pada dukungan KONI kabupaten/kota. Yakni, baru 2 dukungan. Sementara, syaratnya minimal 3 dukungan,” terangnya.

Syamsudin menegaskan, dalam dukungan yang diberikan KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga tidak bisa ganda. Menurutnya, kalaupun dalam tahapan verifikasi dan validasi, kedapatan hal tersebut. Maka, dukungan yang diberikan itu, dengan sendirinya akan gugur.

“Jadi, satu KONI Kabupaten/kota, hanya bisa memberikan dukungan kepada satu orang. Jika, satu KONI memberikan dukungan kepada dua orang, maka, dukungan tersebut akan dibatalkan,” tukasnya.

Komentar

Loading...