poskomalut.com
baner header

Berkarya Goyang BK-LUT

Adi: Pernyataan Taskin Dano Keliru dan Tidak Miliki Dasar

LABUHA-PM.com, Situasi yang dialami bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Halsel Bahrain Kasuba-Lutfi Machmud sekarang ini ibarat telur diujung tanduk. Dimana, kondisi sangat berbahaya, kritis atau genting jika salah satu partai pengusung yakni Berkaya benar-benar tarik diri.

Ketua Berkarya Malut Taskin Dano membenarkan bahwa rekomendasi untuk BK-LUT akan ditinjau kembali. Ini sejalan dengan perubahan struktur di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Berkarya. Dimana, pada surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM tanggal 30 Juli 2020 Nomor: M.HH-16.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Berkarya. Dan telah mencabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.HH-07.AH.11.01 TAHUN 2018 tanggal 12 Juli 2018 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Berkarya.

Praktis rekomendasi yang sebelumnya ditandatangani Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tak berlaku lagi termasuk rekomendasi yang saat ini dikantongi BK-LUT.

Selain itu ada pergantian pimpinan pusat, BK juga dinilai tak menghargai DPW Berkarya Malut, yakni tidak melalui tahapan pencalonan, sehingga membuat ketersinggungan pengurus DPW Berkarya Malut.

“Sebelum kisruh ini terjadi, BK tidak melalui tahapan-tahapan, kami menilai BK tidak menghargai kami. Saya tidak mendahului, namun kami akan melakukan konsolidasi untuk meninju kembali rekomendasi partai, termasuk rekomendasi petahana Halsel, saya rasa semua partai memiliki mekanisme yang sama, menurut aturan rekomendasi tersebut sah karena ditandatangani ketua dan sekjend, namun sekali lagi siapapun yang mau mencalonkan diri di berkarya harus hargai partai, tolong Bahrain hargai mekanisme,”tegasnya.

Kendati demikian, Ia menghargai usaha BK guna mendapatkan rekomendasi partai, meski tak melalui mekanisme. “Intinya semua rekomendasi akan ditinjaukembali, sebab yang akan menandatangani di KPU nantinya Pimpinan partai,” tutupnya.

Terpisah, juru bicara kandidat BK- LUT Adi Hi Adam menilai pernyataan ketua DPW Berkarya Malut keliru. Pasalnya, pihaknya sudah mengikuti semua tahapan sesuai mekanisme, sehingga pernyataan yang mengatakan BK-LUT tidak menghargai DPW Berkarya Malut sangat tidak mendasar.

“Segala sesuatu yang terjadi, kami kembalikan ke DPP, sebab pada prinsipnya rekomendasi yang kami pegang saat ini yang ditandatangani Tomy Suharto. Sementara soal pernyataan yang mengatakan kami tidak mendaftar sangat keliru sebab kami mendaftar melalui  DPC Berkarya Halsel yang saat itu diterima ketua DPC Mochtar Silangen. Soal ada masalah internal partai kami tidak tahu menahu, kami tetap melakukan perintah sesuai rekomendasi yang kami pegang. Intinya, kami tetap melakukan konsolidasi dan akan menang bersama partai Berkarya,” pungkasnya.

Diketahui, Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Halsel BK-LUT saat ini mengantongi tiga partai pengusung dengan jumlah perolehan 6 kursi di DPRD Halsel. Tiga parpol itu, yakni Gerindra tiga kursi, PKPI dua kursi dan Berkarya satu kursi. Apabila, jika rekomendasi Berkarya ditinjau kembali alias ditarik dukungan dan jatuh ke bapaslon lain maka tentu, harapan BK untuk mempertahankan kekuasaan pupus alias gagal jadi peserta pilkada. (echa/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: