Tahanan Rutan Kelas II Ternate Terlibat

BNNP Malut Ringkus Jaringan Narkoba Nasional

Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol Agus Rohmat saat menggelar konferensi Pers (Zulham/poskomalut).

TERNATE-pm.com, Satu terduga pelaku pengedara narkotika jenis sabu, berinisial AMK alias F (30) berhasil dibekuk Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara.

Terduga pelaku beralamat di Kelurahan Soa Sio Ternate itu merupakan jaringan pengedar Jakarta

Kepala BNNP Maluku Utara, Brigjen Pol Agus Rohmat penangkapan terduga pelaku berdasarkan informasi masyarakat pada 15 Maret 2023, bahwa ada pengiriman narkoba dari Jakarta.

Atas informasi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan menggunakan survailance maupun undercover (upaya pembuntutan dan penyamaran personil pemberantasan BNNP).

"Sekitar pukul 10.00 WIT itu tersangka kita ketahui akan mengambil barang di salah satu ekspedisi di Batu Anteru, Kecamatan Ternate Tengah," ungkapnya dalam jumpa pers, Kamis (6/4/2023).

Sebelum ditangkap, tim terlebih dahulu membuntuti pelaku. Dan, ternyata benar pelaku menerima sebuah paket dan ditanda tangani.

Setelah pelaku keluar dari ekpedisi langsung ditangkap, namun sempat melarikan diri, sehingga dikejar petugas.

"Bersangkutan saat melarikan diri menabrak salah satu staf kita sehingga terjatuh dan akhirnya kita bisa melakukakan penangkapan,"katanya.

Setelah ditangkap pelaku mengaku bahwa ada bandarnya berinsial Y alias CB (38) yang merupakan salah satu tahanan di Rutan Kelas II Ternate. Tak hanya itu, tersangka AMK melakukan peredaran narkoba ini sudah ketiga kalinya.

"Pertama dilakukan pada November, kedua Desember 2022 dengan barang bukti masing-masing 20 gram dan yang ketiga barang bukti 49,31gram,"paparnya.

Tak sampai disitu, tim BNNP Maluku Utara, terus melakukan pengembangan ke rumah tersangka dan berhasil menyira beberapa barang bukti berupa timbangan, satu unit mobil Daihatsu Rocky dengan nomor polisi DG 1901 KI kuning, biasa digunakan pelaku beraktivitas, satu unit handpone iPhone 10 dan satu buah jaket hitam serta satu buah daster bermotif.

"Ini kami bisa menyalamatkan masyarakat pengguna 250 orang dan dinilai uang satu gram sekitar 3 juta maka senilai Rp150 juta," tuturnya.

Lebih lanjut Agus menerangkan, setelah dilakukan pemeriksan dan introgasi aksi AMK karena dorongan ekonomi. Untuk mendapatkan keuntungan besar tersangka nekat menjual barang haram tersebut karena tidak punya pekerjaan.

“Untuk Y alias CB karena statusnya tahanan yang sedang menjalani proses persidangan kasus lain, narkotika juga dari pihak kepolisian maka dia juga menjadi tersangka dari BNNP Maluku Utara, dan kita lakukan proses pemberkasan menjadi dua berkas,"cetusnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersyukur jaringan ini berhasil diungkap dan berhasil mengamankan pelaku sekaligus membantu menyelamatakan masyarakat dari penyalagunaan narkotika.

"Atas perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (2) junto 132 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,"pungkasnya.

Komentar

Loading...