Bosda yang Diusulkan Pemkot Ternate Tahun 2021 Terlalu Kecil

TERNATE-PM.com, Angota Badan Angaran (Bangar) DPRD Kota Ternate sekaligus Anggota Komisi III, M. Fahrial Yunus Abas, menilai Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) tahun 2021, diusulkan Pemerintah Kota Ternate terlalu kecil.

Fahrial mengungkapkan, Bosda yang diusulkan melalui dinas Pendidikan Kota Ternate, pagunya sangat kecil, yakni dihitung Rp 50.000 per siswa SMP dan Rp 30.000 per siswa SD, berlaku hanya 10 bulan pada tahun 2021.

"Maka dari itu kami dari Bangar maupun Komisi III mengangap usulan itu tidak ideal. Seharusnya, Bosda tahun 2021 adalah per siswa SMP harus Rp 90.000, per siswa SD Rp 70.000, dan itu harus 12 bulan full," ungkapnya pada poskomalut.com, Senin (05/10/20) di ruangan kerjanya.

Untuk itu, kata Fahrial, Bangar dan anggota komisi III menyarankan, Bosda tahun 2021 nilainya harus dinaikan. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di Kota Ternate lebih baik lagi, mengingat pandemi  Covid-19 yang belum diketahui masa berakhirnya.

Fahrial bilang, pendidikan membutuhkan biaya cukup besar. Jadi, skema dan usulan DPRD perlu dicermati Pemkot Ternate. Kalau merajuk pada tahun 2016, Bosda

"Kalau kita merajuk pada tahun 2016, nilai Bosda itu Rp 90.000 per siswa. Jadi kegiatan yang tidak penting, perlu dialihkan ke Bosda tahun 2021 saja. Apalagi Pemkot Ternate tidak lagi menangani SMA, hanya di tingkat SD dan SMP," pungkasnya. (Ris/red)

Komentar

Loading...