BPKAD dan Gustu Ternate Beda Data Soal Pencairan Anggaran Covid-19

Kepala BPKAD Ternate, Taufik Djauhar

TERNATE - PM.com, Anggaran penggunanan Covid-19 Kota Ternate, antara gugus tugas (gustu) dan bagian keuangan tidak ada sinkronisasi data antara satu dan lainnya. Pasalnya, pencairan anggaran Covid-19 sudah memasuki tahap ke-7, namun dari gugus tugas mengaku baru tahap ke- 4 pencairan anggaran covid-19.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate Taufik Jauhar, kepada poskomaut.com Rabu (13/5/20), mengaku penggunaan anggran Covid-19 dari total Rp 9,5 Miliiar sudah terpakai Rp 8 miliar lebih.

"Untuk rinciannya pembayaran apa saja nanti tanya lansung ke gugus tugas atau SKPD yang bertanggung jawab BPBD, dan ini merupakan pencairan tahap ke 7,"ungkapnya.

Sementaranya pencairan untuk penggunaan anggaran Covid-19 sudah tujuh kali dilakukan pencairan dengan tahapan pencairan sebagai berikut. "Tahap pertama Rp 249.114.000,00, tahap kedua Rp 225. 400.000,00, tahap ketiga Rp 500.000.000, 00, tahap keempat Rp 772.500.000, 00, tahap kelima Rp 2.685.000.000, 00, tahap keenam Rp 2.632.000.000,00, dan tahap ketujuh sebesar Rp 1,600.000.000,00. Total anggaran yang digunakan hingga saat ini sudah mencapai Rp 8.664.014.000,00.

Sementara itu Kepala Pengoperasian Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Ternate Arif Gani, saat dikonfirmasi terkait pencairan malah berbeda dengan pernyataan BPKAD.

Arief mengaku, pencairan sudah memasuki tahap keempat. Penanganan Covid tersebut, diprioritaskan untuk kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan jaring pengaman sosial. Sementara jaring pengaman sosial lagi jalan, yakni pembagian sembako dan dua aitem yang lainnya juga sudah jalan.

Kata Arief, dari persediaan anggaran Rp 9,5 miliiar, terbagi pada penanganan kesehatan, pembagian ekonomi dan kegiatan jaring pengamanan sosial. "Untuk total anggaran yang dipakai sudah mencapai Rp 7-8 miliar lebih," akunya.

Ia menambahkan, sementara waktu sudah melakukan pengajuan penambahan anggaran sebesar Rp 39 miliar. "Kita ajukan sebesar Rp 39 miliar termasuk tiga aitem yang menjadi pokok utama,"tandasnya. (Ris/red)

Komentar

Loading...