poskomalut.com
baner header

Bupati dan Wabup Makin Solid Bangun Halteng

WEDA-PM.com, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Edi Langkara-Abdul Rahim Odeyani, makin kompak dan solid untuk bangun Halteng. Kekompakan kedua pemimpin ini terlihat dari pembagian tugas selama dua tahun memimpin Halteng. 

Wakil Bupati Halteng, Abdul Rahim Odeyani mengaku, selama dua tahun mendampingi bupati, ia melihat dalam memimpin pemerintahan Bupati Edi Langkara tidak mengapriori dan mengelola sendiri.”Selama kepemimpinan dua tahun ini, saya banyak membaca literatur dan referensi pemerintahan.

Saya lihat di Halteng ini agak sedikit beda dengan tata kelolah pemerintahan yang dipimpin oleh bupati dan wakil bupati. Peran-peran yang bupati miliki, kekuasaan-kekuasaan yang bupati miliki itu bupati limpahkan dan memberikan kepada saya seluas-luasnya. Bisa melakukan sesuatu dalam rangka untuk pembangunan yang ada di Halteng,”kata Wakil Bupati, Kamis (10/10/2019).

Mantan ketua DPRD Halteng ini menuturkan, selama dua tahun kepemimpinan Bupati Edi Langkara tidak berfikir sendiri, melainkan bupati selalu berfikir dalam satu tim pemerintah. Setiap saat didiskusikan dalam rangka menyelesaikan setiap persoalan. Baik itu persoalan yang berkaitan dengan rakyat, maupun rumusan-rumusan infrastruktur. “Bupati tidak sendiri berfikirnya, tetapi dalam kerangka tim maupun SKPD itu hampir setiap saat itu yang saya membaca seperti itu,”kata Ketua DPD Partai NasDem Halteng ini.

Wakil bupati mengaku, bahwa kepemimpinan yang dimiliki Bupati Edi Langkara, berbeda dengan daerah lain. Salah satu alasan kepemimpinan Edi Langkara beda dengan yang lain, karena setiap bupati kunjungan keluar selalu saja ia diberitahu.

“Bupati sering sampaikan ke saya, pa wakil saya akan ke luar daerah. Tolong pa wakil jaga kantor pemerintahan ini dengan SKPD. Ini dilakukan bupati dalam rangka untuk pelayanan. Saya lihat di situ, kita saling melengkapi satu sama lainnya,” tandas mantan anggota DPRD tiga periode itu.

Sementara itu Bupati Edi Langkara menambahkan, mengelola pemerintahan  harus sama-sama. Tidak ada bekerja secara tunggal, karena kekuasaan itu tidak absolut. Kekuasaan itu ada di sistem. Bila sistem rapuh, kekuasaan tidak berfungsi.

“Itu filosofinya, karena itu filosofi bupati dan wakil itu sama dengan sisi mata uang yang tidak bisa dilepas pisahkan. Karena itulah formatnya, segala urusan pemerintahan sifatnya umum maupun lebih spesifik, tidak ada rahasia antara bupati dan wakil,”kata politisi Partai Golkar itu. (ies/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: