Tekan Kepsek Jangan Ikuti Atasan Dinas Karena Dosa

Bupati Morotai Tuding Dinas Berlomba-Lomba Rusaki Mobil Dinas

Bupati Morotai Benny Laos

MOROTAI-PM.com, Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos mengungkapkan, bahwa penggunaan mobil dinas oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ternyata tidak sesuai dengan peruntukannya.

Bahkan, para dinas itu selalu berlomba lomba merusak mobil Pemda. Dengan demikian, dirinya meminta kepada Kepala Sekolah (Kepsek) untuk tidak berlomba-lomba merusak mobil seperti yang dilakukan oleh dinas terkait.

"Saya titip kepada kepala sekolah tolong dijaga jangan sama dengan dinas, dinas berusaha berlomba sapa pe oto dinas Kase rusak cepat, oto Pemda sapa Kase rusak cepat, itu dorang berlomba,"ungkap Benny dihadapan sejumlah Kepsek pada acara penyerahan mobil Mini Bus, bertempat di SD unggulan Daruba, Selasa (2/2/2021).

Orang nomor satu di pemerintahan Morotai itu sangat bingung dengan dinas yang dipimpinnya, sebab, mobil yang diberikan Pemda Morotai selalu mereka rusaki. “Oto baru kase dua hari hancur, satu Minggu hancur, dua Minggu, sampe ambulans pun dorang berlomba kase hancur, boleh dibayangkan itu, pegawai kita digaji untuk berlomba menghancurkan membuang-buang uang rakyat, fakta, saya beli ambulans yang baru dua hancur, saya bagi mobil open cup lagi, setengah hancur, saya bingung,"cetusnya.

Melihat itu, dirinya menekankan kepada para Kepsek untuk tidak mengikuti jejak para para atasan yang ada di Dinas, karena apa yang dilakukan dinas adalah Dosa. "Tolong para kepsek jangan ikut jejak ngoni pe atasan atasan di kantor bupati di dinas dinas karena itu dosa, itu keluar dari jalur karakter,"tegasnya.

"Saya titip bis ini tanggungjawab kepsek tidak bisa dipindah tangan, otoritas hanya kepsek dan kadis pendidikan, di luar itu tidak, termasuk bupati tidak, jadi kalau saya mau perlu, saya harus lapor ke dinas pendidikan, kenapa karena saya langsung maka akan menggangu proses belajar mengajar bapak ibu, saya harus ke pak kadis pendidikan Pak refi saya pinjam bis ada tamu, o pak ini ada dalam proses mohon maaf ngk bisa,"ujar Benny.

Ia kembali menekankan bahwa pengoperasian bus sekolah harus sesuai dengan peruntukannya. "Saya mohon kepada para kepsek, Tanggungjawab absolut mutlak ada di kepsek dan guru-guru, dia tidak keluar dari radius sekolah unggulan bisnya, contoh Daruba punya dia hanya taputar di dalam Wawama sekolah unggulan, tiap hari kerja cuman itu saja abis antar jemput parkir, karena ini beli pake doi kalau rusak bagaimana lagi anak-anak korban baru ngoni alasan baru lagi, saya tidak menginginkan terlambat ganti oli ganti ban, tidak bisa dipakai pribadi, tapi kalau kegiatan sekolah pakai, tapi kalau keluar dari radius lapor kadis pendidikan,"pungkasnya (Ota/red)

Komentar

Loading...