Bahtiar; CV Stowr Lalai Terhadap Kesepakatan

CV Stwor Tarik Parkir Elektronik di Bandara Secara Sepihak

Para supir taxi dan cleaning service saat mogok aktivitas di gerbang utama Bandara Sultan Baabullah, Rabu (1/6/2022).

TERNATE-PM.com, Sejumlah sopir taxi bandara yang tergabung dalam organisasi Koperasi Bandara Sultan Baabullah (KBSB) Ternate, melakukan protes terhadap CV Stwor sebagai pihak ketiga yang memberlakukan penarikan karcis lewat parkir elektronik, Rabu (1/6/2022).

Kebijakan itu diberlakukan mulai 1 Juni 2022. Para spoir taxi bersama portir dan cleaning service kemudian menggelar aksi mogok aktivitas di gerbang utama atau pintu masuk Bandara Sultan Baabullah sekira pukul 08.10 hingga 10.30 WIT.

Lukman Hi. Salam, Ketua Taxi Air Port Bandara Sultan Baabullah Ternate mengatakan, aksi yang dilakukan bertujuan agar UPBU Sultan Baabullah dapat mengerti keberadaan mereka sebagai mitra kerja. Karena, kata dia, para sopir beraktivitas di bandara sudah sangat lama untuk mencukupi kebutuhan dalam rumah tangga.

"Untuk itu sangat diharapkan agar pihak-pihak yang ada di bandara terutama kepala UPBU dapat memahami atas kebijakan ini," ujarnya.

Padahal sebelumnya pada 30 Mei 2022 sudah dilakukan pertemuan namun belum ada kesepakatan bersama yang berujung pada keputusan penerapan portal.

Namun anehnya penerapan portal tersebut sudah mulai diberlakukan pada 1 Juni 2022. Lukman menilai pihak Stwor tidak konsisten dengan hasil pertemuan itu.

"Jadi hari ini pihak CV Stwor telah menerapkan parkir ini meski baru tahap uji coba, dan uji coba ini bahkan sudah mulai menarik retribusi,” kata Lukman.

Ia meminta kepada pihak UPBU agar tidak menerapkan kebijakan secara sepihak melainkan harus undang secara resmi, sehingga mitra bandara bisa menyampaikan aspirasi terkait dengan kebijakan tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu secara tidak langsung telah merugikan para sopir yang merupakan mitra kerja bandara dalam melakukan pelayanan prima.

Para sopir bandara dibebankan untuk membayar Rp300 ribu per bulan dan ini dianggap besar. Karena sebelumnya hanya dibebankan Rp150 ribu dalam situasi pendemi Covid-19.

"Pastinya kami tetap membayar karena menggunakan parkiran. Tetapi, kami hanya meminta keringanan. Kami adalah pelengkap dari bandara,” pinta Lukman.

Sementara Penasihat Hukum PT Langgang Buana Perkasa, Bahtiar Husni dalam kesempatan itu mengatakan, kebijakan ini sebenarnya sangat merugikan. Karena portal sudah keluar dari area penempatannya. Artinya, kata Bahtiar, portal melewati bangunan PT Langgang Buana Perkasa dan beberapa rumah warga yang ada di areal Bandara Sultan Baabullah.

“Dalam rapat mereka beralasan belum menerapkan itu sambil menunggu pimpinan yang masih berada di luar kota, tapi hari ini sudah diterapkan,” kata Bahtiar.

Menurut dia, seharusnya sudah ada kesepakatan bersama baru dilakukan penerapan, namun CV Stwor tidak lagi menunggu keputusan kepala UPBU.

"CV Stwor langsung menetapkan, itu artinya lalai dalam kesepakatan. Dan, tidak menghargai pimpinan dalam mengambil sebuah keputusan. Untuk itu, kami berharap kepada seluruh pihak di bandara agar mempertimbangkan kebijakan tersebut," pintanya Bahtiar.

Kasubsektor Bandara Baabullah Ternate, IPDA Lukman Umasugi mengatakan, pengamanan aksi sopir taxi bandara masih terus berlanjut agar protes yang dilakukan tidak merugikan antara pihak.

“Pengamanan masih terus kita lakukan, sementara situasi masih aman dan aktivitas tidak ada terganggu, kalau masih ada perubahan situasi maka pengamanan akan mungkin kita pertebal dari personil Polsek Utara,” ujarnya kepada awak media.

Terpisah, Direktur CV. Stwor, Sarif Hidayat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bakal mengakomodir permintaan para sopir taxi sembari menunggu persetujuan dari beberapa instansi yang beroperasi di dalam bandara.

"Kita tunggu persetujuan beberapa instansi. Ini baru uji coba," singkatnya.

Komentar

Loading...