Dari Jurnalis ke Parlemen

Munawir Yakub, CEO Media Brindo Grup.

Oleh: M. Kubais M. Zeen, Editor dan Penulis Freelance

Di jagat jurnalistik Maluku Utara, Munawir Yakub bukanlah orang baru. Calon legislatif Provinsi nomor urut 2 dari Partai Garuda, Dapil IV Halmahera Selatan ini, sudah lebih 10 tahun berpeluh sebagai wartawan atau jurnalis dan pendiri media pula.

Media atau pers merupakan salah satu dari empat pilar demokrasi, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Suatu negara disebut demokratis jika empat pilar ini tak henti dirawat sehingga terus bernafas. Dan, dia termasuk di antara yang merawat pilar keempat, pers.

Nawir, Koces, atau Ces, begitu ia biasa disapa, pertama kali bersentuhan dengan jurnalistik saat mahasiswa sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Maluku Utara tahun 2007. Ketika itu, dia bergabung di Alkindi.

Di media besutan mahasiswa lintas jurusan itu, Ces sebagai tenaga periklanan. Karena rasa ingin tau-nya tinggi, sambil mencari iklan, dia belajar mandiri bagaimana meliput dan menulis berita. Seiring berputarnya roda waktu, benih cinta pada jurnalistik bersemai dalam dirinya, dan ingin menjadi jurnalis profesional.

Pucuk dicita ulampun tiba, hasratnya itu mulai terwujud. Jelang pengujung studinya, pengagum berat jurnalis kondang Najwah Shihab itu diterima sebagai wartawan di harian Posko Malut. Di sini, Ces terus belajar, mengasah kemampuannya, baik di ranah liputan, fotografer, maupun investigasi.

Setelah cukup lama di media tersebut, Ces pamitan. Dia diterima untuk menjadi kontributor MNCTV, kemudian Kepala Biro Media Sindo Raya di Maluku Utara, wartwan harin Mata Publik, dan harian Seputar Malut yang didirkan mendiang H. Usman Sidik, Bupati Halamhera Selatan.

“Saya bekerja di sejumlah media lokal dan nasional itu, salah satunya adalah bagaimana mendirikan dan mengelola sebuah media. Ini hal terpenting bagi saya,”terang Ces saat ngopi dengan penulis di kantornya tahun lalu.

Tahun 2016, Ces mengambil keputusan terpenting: mendirikan media online BrindoNews, setahun kemudian PotretMalut, dan JelajahMalut pada 2020. Tiga media ini “bernafas” di bawah bendera MBG. Redaksinya digawangi oleh jurnalis yang berbeda.

Dalam hal pemberitaan, BrindoNews dan JelajahMalut fokus pada isu-isu politik, pemerintahan, hokum, dan korupsi. Sedangkan PotretMalut cenderung pada penguatan literasi dan ekonomi syariah. “Silakan atur redaksinya, mau dibawa ke mana arahnya,”tandas Ces kepada personil ketiga media itu. “Bebas, sejauh tidak melangkahi regulasi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).”

Sebagai pemimpin media grup, Ces beruapaya menguatkan kualitas SDMnya. Hingga kini, hampir semua wartawan MBG telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan PWI Maluku Utara.

Tak hanya UKW, dia juga membuka ruang untuk wartawannya meningkatkan kapasitas diri mereka. Alhasil, pada lomba menulis esai dan opini Disarpus Malut tahun lalu, tiga wartawan MBG berhasil merengkuh juara I, II dan juara harapan I. Pada lomba menulis esai yang dilaksanakan Balai SDA Malut tahun 2023, seorang wartawan baru MBG meraih juara I.

Sejumlah penulis ternama, praktisi, dan mahasiswa di Maluku Utara maupun Sulawesi Selatan dan Jawa, kerap menulis opini dan esai, yang mencerminkan kepercayaan pembaca pada MBG tak hanya di Kota Ternate.

Di gelanggang organisasi pers, Ces yang pernah Ketua Liputan Kota (Pelita) Kota Ternate itu, kini dipercayakan menjadi Ketua DPD Profesi Jurnalis Siber, dan Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Provinsi Maluku Utara.

Meskipun menjadi CEO media grup dan ketua organisasi, tak membuat lelaki kelahiran Tawa, Kasiruta Timur pada 15 Januari 1988 itu  tak menepuk dada. Ia tetap humble (rendah hati), empatik, dan pergaulannya luas.

Selain itu, pergulatannya di dunia jurnalistik tak hanya ikut merawat marwah demokrasi, melainkan pula, memahami Rancangan APBD, APBD, dan hasil audit instansi terkait—anugerah yang tak sampai pada semua orang termasuk wartawan.

Dengan demikian, rasanya tak berlebihan untuk dapat dikatakan, anak dari Yakub H. Hakim, dan Aia S. Basrah ini adalah seorang pembelajar, berani mengambil keputusan, memberdayakan orang, empatik, humble, dan punya pengalaman menahkodai organisasi alias dapat dipercaya.

Komentar

Loading...