poskomalut.com
baner header

Demi Tutupi Aib Perusahan, Kepala Security Berlaga Preman

WEDA-PM.com, Perlakukan Manajener Security PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Johanis terhadap wartawan patut dicurigai. Pasalnya, Johanis yang merupakan warga Manado itu mengusir para wartawan yang akan meliput kunjungan kerja Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI) Bahlil Lahadalia, di PT IWIP, pekan kemarin.

Pengusiran wartawan oleh security PT IWIP tersebut lantaran telah menjadi protap serta arahan langsung dari protokoler kepala BKPM. Diketahui, sekitar pukul 10.30 WIT, datang salah satu karyawan yang diketahui merupakan petugas security dan meminta wartawan keluar dari lokasi dengan alasan arahan pimpinan.

“Sesuai perintah Kepala Security Pak Jonan, bahwa wartawan tidak boleh ada di lokasi Tanjung Ulie. Karena ini sesuai hasil rapat dengan kepala security, bahwa wartawan tidak boleh ada di lokasi,” kata salah satu security kepada wartawan.

“Tidak bisa ada yang lain di lokasi selain rombongan, apalagi wartawan,” ungkap salah satu security di lokasi kunjungan Kepala BKPM.

Di tengah komunikasi antara wartawan dengan petugas security tersebut, datang lagi bagian Humas PT IWIP dan meminta maaf karena wartawan tidak boleh meliput kunjungan kepala BKPM.

“Saya minta maaf teman-teman wartawan karena ini sesuai protokoler dari BKPM, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata salah satu Humas PT IWIP.

Wartawan kemudian tidak menginginkan nanti terjadi hal yang besar, maka meminta petugas security untuk memberikan tumpangan keluar dari site tanjung ulie, dan itu dipenuhi.

Namun karena rombongan kepala BKPM sudah tiba di site sehingga oleh petugas security meminta wartawan untuk tunggu sampai rombongan masuk. Ketiga wartawan kemudian berdiri sambil menunggu tumpangan, sekitar pukul 11.15 WIT, tiba-tiba datang manajer security Jonan, memanggil anggotanya dan memarahinya.

”usir wartawan dari lokasi,” teriak Jonan kepada anggotanya di hadapan wartawan.

Kontributor tvOne, Iqbal Hamzah, yang juga korban pengusiran mengatakan awalnya mereka sudah berkoordinasi dengan salah satu petugas security secara baik-baik, agar menyediakan kendaraan untuk keluar dari lokasi.

Namun tiba-tiba Jonan memanggil anak buahnya dan meminta agar wartawan diusir. “Kami sangat menyayangkan sikap Kepala Security yang mengatakan usir wartawan,” kesalnya.

Sikap Kepala Security PT IWIP seperti preman. Padahal kami di lapangan melakukan tugas liputan dan dilindungi undang-undang pers.(msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: