Diduga Peras Pengusaha Mebel, BL Diamankan Polisi

Kantor Ditreskrimum Polda Malut

TERNATE-PM.com, Tim Unit Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) mengamankan pelaku berinisial BL (34) yang diduga melakukan pemalsuan dokumen izin.

Pelaku berinisial BL (34)
melakukan pemalsuaan dokumen dan mengatasnamakan dari Dinas Lingkungan Hidup
Kota Ternata, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Kota Ternate untuk emmeras salah satu Mebel di Kelurahan Kalumata, Kecamatan
Ternate Selatan.

Sebelum dilakukan penagkapan, tim Resmob mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada oknum yang meminta-minta uang kepada pengusaha Mebel Kayu. Mendengar informasi tersebut, tim langsung bergerak, dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku yang sedang melakukan transaksi dengan korban terkait dengan surat-surat izin di taman Land Mark Kota Ternate, Jumat (20/03/2020) pukul 10:00 Wit

Tak hanya itu pelaku juga
pernah menjalankan aksinya di beberapa Kabupaten, seperti di Halmahera Selatan
(Halsel) Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Tengah (Halteng). Dia mengaku
sebagi jaksa untuk menakut- nakuti Kepala Desa (Kades) yang sedang bermasalah.

Direktur Reserse Krimunal
Umum (Ditreskrimum) Polda Malut, Kombes Dwi melalui Subdid III Ipda Sofyan
Torid kepada wartawan mengatakan terduga pelaku pihaknya sudah mengamankan
untuk di lakukan pengembangan. “Setelah diamankan di Kantor, ada beberapa nama
dari Dinas yang di sebutkan,” ungkap Ipda Sofyan Torid kepada wartawan diruang
kerjanya. Sabtu (21/03).

Sofyan menambahkan, dari
nama-nama yang pelaku sebutkan, pihaknya langsung melakukan pemanggilan, untuk
dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. karena dalam aksinya pelaku membawa
nama-nama sejumlah Kepala Dinas (Kadis). “Pelaku membawa nama-nama Kadis, untuk
meminta uang bahkan meminta tiket pesawat. Saat ini, nama-nama yang disebutkan
termasuk Kepala DPMPTSP Kota Ternate di mintai keterangan sebagai saksi, dan
kami tanyakan soal izin-izin ditangan pelaku, tetapi saksi-saksi sampaikan
tidak pernah terbitkan izin-izin tersebut,” katanya.

Sofyan bilang, dalam
kasus ini baru satu pelaku yang di amankan, tetapi dari hasil pemgembangan
pelaku mengaku bekerja dengan beberapa temannya. Sementara pihaknya berhasil
mengankan Barang Bukti (BB) beberapa dokumen, dua kuitansi tertulis sejumlah
uang, dan satu unit handphone yang digukan untuk komunikasi dengan korban. “Sementara
baru satu pelaku, tetapi dari pengajuan pelaku ada beberapa temanya. Kami juga
mengambkan beberapa BB. dan tersangka langsung dilakukan penahanan,” tegasnya
sembari menyebutkan pelaku dikenakan pasal 263 dan Pasal 378 KHUPidana ancaman
pidana 3 sampai 4 tahun penjara.

Dengan terungkapnya kasus
tersebut, Ditreskrimum Polda Malut mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya
yang mempunyai usaha, merasa ditipu terkait dengan izin-izin usaha, segera
hubungi Tim Resmob. “Kami imbau kepada masyarakat, bila merasa tertipu dengan
izin-izin, segera hubungi kami,” tegasnya. (nox)

Komentar

Loading...