Dinas P3A Malut Komitmen Sukseskan Program Three Ends

Foto bersama para aktivis dan kadis provinsi dan kadis kota Ternate

Tak
ada Toleransi untuk Pemerkosa dan Kekerasan Anak

TERNATE-PM.com, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Malut berkomitmen mensukseskan program Three Ends. Dimaan Three Ends yang dimaksud yakni akhiri kekerasan perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang atau TTPO, serta akhiri kesenjangan perekomonian perempuan.

Hal
itu disampaikan Kadis P3A Provinsi Malut Musyrifah Alhadar, dalam diskusi
public dan konfrensi pers terkait dengan kasus perempuan dan anak di Maluku
Utara (Malut), dengan tema ‘Lawan Rape Culture’, bertempat di Warkop Jarod,
Kelurahan BTN, kecamatan Ternate Tengah, Maluku Utara pada Rabu (11/12/2019).

Musyrifah
mengatakan, para aktifis perempuan sudah membantu pihaknya melakukan
pedampingan di tiap-tiap kelurahan maupun desa yang ada di Maluku Utara, untuk
melakukan sosialisasi program three ends. "Kita sudah aktifkan seluruh
program kerja, dan ini merupakan gabungan aktifis seperti LSM dan tokoh
masyarakat, tokoh agama dan, sebagiannya bersama-sama membrantas kekerasan
perempuan dan anak di Malut," katanya, pada poskomalut.com.

Ketika
disentil soal Perempuan pekerja malam, Kata dia, pihaknya sudah membahas dan memasukan
ke Perda nomor 4 Tahun 2019 tentang TTPO. “Kami sudah masukan ke dalam perda,
dan akan disosialisasikan di tahun 2020 nanti, mungkin itu akan mengurangi
tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Malut, " paparnya.

Menurut
dia, pihaknya tidak akan memberikan tolerasi kepada pelaku pemerkosa atau
kekerasan terdahap anak. "Dan ini merupakan corong bagi kita
perempuan-perempuan di Malut,"ucapnya.

Terpisah,
Ketua P2TP2A Nurdewa Safar, membeberkan temuan selama tahun 2019, yakni pihaknya
sudah melakukan pendampingan 33 kasus terkait kekerasan terhadap perempuan dan
perlindungan anak, namun baru menyelesaikan sebanyaj 7 kasus yang di putuskan
oleh pengadilan, dan 26 lain masih dalam proses pendampingan. "Kami tidak
main-main terkait dengan kasus yang kami dampingi, tidak ada toleransi kepada
pelaku-pelaku bejat, dan kami mengawal kasus-kasus tersebut hingga di
persidangan," tegasnya.

Dirinya
bersama Dinas terkait serta aktifis perempuan Malut, akan melakukan sosialisasi
di tiap-tiap sekolah dan kampus agar para kaum adam tidak lagi memikirkan kaum
hawa dengan pandangan negative. "Kami akan berikan pencerahan kepada anak-anak
di tingkat sekolah dan kampus agar kejadian kekerasan terhadap perempuan dan
anak tidak lagi terjadi, apabila ada yang mendapati kasus tersebut agar segera
laporkan ke kami dan akan kami dampingi hingga di persidangan," tegasnya.

Diketahui,
terjadinya kekerasan dan pemerkosaan terhadap perempuan dan anak adalah orang
terdekat dan orang terjauh, contoh salah satu kasus almarhuma Kiki Kumala yang
menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Diskusi
sekaligus konfrensi pers tersebut menghadirkan 4 narasumber di antaranya Kepala
Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Malut
Musyrifah Alhadar, Kadis P3A Kota Ternate, dan P2TP2A Provinsi Malut, Dewa,
serta LSM Pergerakan Perempuan se-Malut. (Cr02/red)

Komentar

Loading...