Komisi III; Protap Covid Harus Diperketat

Dispen Hentikan Belajar Tatap Muka

Ilustrasi.

TERNATE-PM.com, Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, akhirnya memutuskan menghentikan pembelajaran tatap muka dan kembali menerapkan kegiatan belajar mengajar secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) untuk siswa pada Sekolah Dasar (SD) di Kota Ternate mulai Senin 22 Februari 2021, melalui Surat Edaran (SE) Nomor 423/119/2021 yang ditujukan kepada SD Negeri/Swasta se Kota Ternate, tertanggal 19 Februari 2021. Ini setelah, klaster penyebaran Covid-19 dikarenakan ada sembilan siswa SD yang terpapar positif Covid-19 dan  meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Ternate.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Mahmud J. Abdurahman kepada RRI menyatakan, perubahan pembelajaran secara luring dan daring itu menyusul surat dari tim Satgas Penanganan Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Ternate yang menyatakan ada sejumlah siswa SD dan SMP di Kota Ternate terpapar positif Covid-19.

"Sebelum adanya kebijakan perubahan pembelajaran tersebut, kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 yang didalamnya terdiri unsur kesehatan, Wakapolres Ternate, Kodim 1501 Ternate dengan meminta agar meninjau kembali kebijakan pembelajaran tatap muka siswa  di sekolah pada Jumat (19/2/21) kemarin," ungkapnya, kemarin.

Kata dia, pemberlakuan belajar secara luring dan daring ini khusus untuk SD di Kecamatan Ternate Selatan, Kecamatan Ternate Tengah dan Kecamatan Ternate Utara. Sementara untuk siswa SD di Kecamatan Ternate Barat, Ternate Pulau, Hiri, Moti dan Batang Dua masih tetap melaksanakan sekolah secara tatap muka namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dikatakannya, meskipun ada siswa SMP yang terpapar positif Covid-19 namun pihaknya belum memberlakukan sekolah secara luring dan daring di tingkatan SMP, dikarenakan pola perilaku yang berbeda dengan siswa SD.

"Anak usia SD itu ketika berada di sekolah perilaku berinteraksi mereka kadang diluar kendali. Namun, itu tidak bisa sepenuhnya menyalahkan siswa tetapi disiplin guru dan kepala sekolah yang kurang memantau siswa di sekolah. Sementara untuk  siswa SMP itu bisa diatur dan di SMP selain guru juga ada security yang bisa mengatur para siswa yang sedang beraktivitas di sekolah," sebutnya.

Untuk SMP Negeri 1 Kota Ternate yang sudah terlebih dahulu melakukan belajar secara luring dan daring, kata Mahmud disebabkan ada siswa di sekolah tersebut yang terpapar positif Covid-19, sehingga diambil kebijakan untuk menghentikan sementara belajar tatap muka.  Disamping itu, sudah dimintakan ke pihak Puskesmas guna melakukan tracking kontak terhadap siswa dan guru.

"Pihak Dinas Pendidikan saat ini merasa dilema dengan kondisi saat ini, dimana satu sisi orang tua siswa yang merasa jenuh karena anak mereka belajar dari rumah lagi," katanya.

Kata dia, kebijakan pemberlakuan belajar secara luring dan daring bagi siswa SD ini akan tetap diberlakukan, sepanjang menunggu perubahan status zona covid dari orange ke kuning di Kota Ternate. Sembari berharap, kepada orang tua siswa dimohon pengertian baik dengan kondisi saat ini. "Untuk guru dan kepala sekolah agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di sekolah sehingga dapat mengurangi penyebaran Covid-19 di Kota Ternate," harapnya.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Ternate meminta kepada Dispen Kota Ternate agar segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk melakukan kebijakan menghentikan sementara proses belajar mengajar di sekolah yang siswanya terpapar positif Covid-19.

Ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Anas U Malik. Kata dia, sesuai informasi dari Tim Satgas Covid-19 Kota Ternate bahwa ada beberapa siswa SD dan SMP yang terpapar positif Covid-19 di Kota Ternate. Kondisi ini, menurutnya harus menjadi perhatian serius Pemkot Ternate.

"Kurang lebih enam sekolah di Kota Ternate yang siswanya terpapar positif Covid-19, maka Disdik harus menutup sementara sekolah-sekolah tersebut dengan melakukan isolasi mandiri terhadap siswa sehingga penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan," sebut Anas. (agh/red)

Komentar

Loading...