Ditreskrimsus Polda Malut Tetapkan Satu Tersangka Invetasi Bodong

Kantor Direskrimsus Polda Malut.

TERNATE-PM.com, Ditengah pandemi Corona Virus atau Covid-19 yang semakin mewabah, Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) mengungkap kasus insvestasi bodong yang merugikan masyarakat.

Terbukti Penyidik Subdit II kembali menetapkan tersangka pelaku dugaan TP Perbankan dengan modus investasi ilegal atau yang dikenal dengan praktek investasi bodong. Adapun nilai kerugian kurang lebih Rp 130 juta dengan tersangka atas nama inisial SY (50).

Direktur Reskrimsus Polda Malut Kombes Pol Alfis Suhaili melalui Kasubdit II AKBP Edy Sugiharto mengatakan, berdasarkan hasil gelar perkara pada Minggu (10/5/20) pekan kemarin, dimana dalam gelar perkara tersebut kesepakatan dari seluruh peserta gelar bahwa perbuatan dilakukan terpenuhi unsur dugaan tindak pidana perbankan yaitu menghimpun dana dari masyarakat dengan menjanjikan keuntungan tanpa ijin dari pimpinan Bank Indonesia.

"Dalam gelar perkara tersebut, seluruh peserta gelar sepakat berdasarkan  alat bukti yang cukup meliputi keterangan saksi, saksi ahli, bukti petunjuk, kemudian didukung barang bukti maka dinaikkan status dari saksi menjadi tersangka, " kata Edi kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (14/5/20).

Edy menuturkan, modus di gunakan dengan cara menghimpun dana dari masyarakat dengan menjanjikan keuntungan/profit dalam jangka waktu tertentu tanpa ada ijin dari pimpinan Bank Indonesia.

"Hari ini penyidik melakukan pemeriksaan sebagai SY tersangka," ujarnya.

Keberhasilan penyidik Subdit II bukan hanya ini saja, beberapa waktu lalu sudah banyak kasus TP Perbankan yang di tangani dan diselesaikan penyidik Subdit II. Tentunya ini merupakan prestasi tersendiri dan patut di apresiasi, dari sekian banyaknya kasus TP Perbankan ditangani.

Pelaku bervariasi ada yang dilakukan perorangan, ada pula mengatasnamakan badan usaha berbentuk PT atau CV. Dari laporan pengaduan diterima langsung ditindak lanjuti dan ditangani tidak hanya dalam proses sidik namun sudah P21 bahkan sudah mendapatkan vonis dari pengadilan.

"Ini merupakan hasil jerih payah dari penyidik Subdit II yang tentunya atas bimbingan dan petunjuk dari pimpinan dalam hal ini Direktur Kriminal Khusus, sehingga anggota lebih termotivasi tangani kasus perbankan," jelas Edy.

Edy menambakan, penyidik berharap kepada masyarakat agar tidak mudah percaya janji-janji orang atau pun mengatasnamakan badan usaha yang menawarkan investasi atau menjanjikan keuntungan sangat besar, masyarakat tetap waspada dan lebih teliti.

"Kepada tersangka belum dilakukan penahanan karena kami masih melengkapi berkas pemeriksaan yang lainnya dan tersangka ini masih kooperatif, "pungkasnya.

Diketahui tersangka dalam kasus ini bakal dijerat pasal 46 ayat 1 UU No 7 th 1992 tentang perbankan sebagaimana yang telah diubah dengan UU No 10 tahun 1998 dengan ancaman pidana sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (sam/red)

Komentar

Loading...