DLH Halut Diduga Jual Alat Berat Aset Daerah Hibah PT NHM

Foto Alat Berat Milik Pemda Halut dimuat ke Pelabuhan Kontener Tobelo

TOBELO-PM.com, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) disenyalir ada dugaan menjual belikan aset daerah berupa alat alat berat. Hal itu, terbukti sejumlah alat berat sudah ditangan pembeli yang dimuat melalui Pelabuhan Tol Tobelo. Meski begitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH membanta atas dugaan penjualan aset daerah.

Pasalnya informasi yang diterima wartawan terdapat alat alat berat dengan nilai harga miliaran yang melekat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu, diduga telah dijual belikan oleh pihak DLH. Bahkan informasi itu, sudah mencuat ke telinga Bupati dan Wakil Bupati Halut. Meski begitu, Kadis DLH Samud Taha mengelak bahwa informasi itu tidak benar dan tidak mungkin dirinya menjual aset daerah. Padahal bukti penjualan alat berat yang dimuat melalui Pelabuhan Tobelo menuju Surabaya tetapi Kepala DLH masih mengelak dan menyebut itu bukan milik DLH.

Salah satu Saksi yang enggan namanya disebut membenarkan bahwa alat berat milik Pemda Halut atas pemberian dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) itu, sudah dibeli salah satu pengusaha asal Surabaya. Bahkan alat berat itu sudah dibawah ke Surabaya melalui pelabuhan Kontener Tobelo Halut. "Iya itu milik DLH yang sudah di jual ke salah satu pengusaha dan sudah dibawah ke Surabaya melalui Pelabuhan Kontener Tobelo," Terangnya, Minggu (07/08).

Sementara Kepala Dinas DLH Halut Samud Taha saat dikonfirmasi wartawan terkait informasi bahwa DLH telah menjual belikan aset daerah berupa alat alat berat dengan menunjukan bukti foto pemuatan Alat berat melalui pelabuhan Kontener Tobelo Halut. Namun dirinya membantah. Sontak Samud mengelak dengan nada keras, bahwa sangat tidak mungkin dirinya menjual barang aset daerah, bahkan bukti foto dan pihak pihak yang menyebut itu milik DLH sangat keliru.

"Itu informasi dari mana, bagi saya informasi itu tidak benar, karena saya tidak mungkin menjual aset daerah, Alat berat itu bukan milik DLH" Tegas Samud Akhirinya.(Mar/red)

Komentar

Loading...