Dua Tersangka Kasus Perdagangan Anak di Haltim Resmi Ditahan, Terancam 15 Tahun Penjara

Ilustrasi. (Istimewa).

MABA-pm.com, Polres Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, resmi menahan dua tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial AL dan JHK yang merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri) pemilik Caffe Karaoke di Buli.

"Kedua tersangka tersebut telah ditahan di Polres Halmahera Timur," ujarnya, Kasat Reskrim Polres Haltim, Muhammad Andy Kurniawan, Rabu (29/11/2023).

Meski sudah ditahan Unit PPA sat Reskrim Polres Haltim, tempat usaha, Caffe Karaoke masih tetap dibuka.

"Tetap di buka seperti semula, namun tetap dalam pengawasan untuk minimalisir kejadian serupa," tuturnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman kurungan badan paling singkat 3 tahun, dan terlama 15 tahun.

"Ketentuan kurungan berapa tahun penjara itu keputusan di pengadilan," tukasnya.

Diketahui, pemilik Caffe Karaoke mempekerjakan empat orang gadis di bawah umur asal Manado, Sulawesi Utara di tempat usahanya. Mereka masing-masing berinisial AT, KM, LD dan IP yang masih berusia 16-17 tahun.

Setelah pengungkapan kasus tersebut pada 29 Agustus 2023 lalu, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Haltim langsung melakukan pendampingan terhadap empat korban tersebut.

Setelah pendampingan dan koordinasi, para korban pun sudah dipulangkan ke daerah asal mereka.

Komentar

Loading...