Diduga Disebarkan Teman Sekolah

Dua Video Asusila Siswi SMA di Ternate Tersebar Luas

Tim penasehat hukum korban saat jumpa pers, Sabut (21/1/2023).

TERNATE-pm.com, Salah satu pelajar SMA di Kota Ternate harus melaporkan teman kelasnya dan satu siswa ke pihak kepolisian.

Langkah hukum terpaksa ditempuh orang tua bunga (bukan nama asli), remaja putri berusia 16 tahun itu merasa anaknya menjadi korban penyebaran video asusila.

Sebelumnya, beredar luas di berbagai platfom media sosial dua video fulgar yang diperankan RR (17) dan bunga. RI merupakan salah satu pelajar SMA di Halmahera Selatan. Sementara bunga juga berstatus sebagai siswi SMA di Kota Ternate.

Dalam video pertama berdurasi 1.36 menit itu memperlihatkan adegan laiknya hubungan suami istri yang diperankan RI dan bunga di dalam kamar sebuah rumah di Ternate Selatan, 25 Agustus 2021 lalu. Video tersebut direkam pemeran pria menggunakan Handphone (HP).

Pada video berikutnya durasinya 12 detik dari hasil tangkapan layar (rekaman video) adegan mansturbasi bunga yang ternyata direkam oleh RI (16). Rekaman diambil melalui panggilan video via WhatsApp antara bunga dan RI yang ternyata masih teman satu sekolahnya pada 3 Agustus 2022 lalu.

Penasehat Hukum korban, M Bahtiar Husni yang didampingi rekan nya

Abdullah Ismail dan Mirjan Marsaoly mengatakan, pihaknya sudah membuat laporan di Polres Ternate terkait kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur dan penyebaran video pornografi, pada Kamis, 19 Januari 2023 kemarin.

"Kita sudah melaporkan di Polres Ternate dan korban sudah dimintai keterangan dan dilakukan visum," ucap Bahtiar, Sabtu (21/1/2023).

Bahtiar menerangkan, kasus tersebut juga masuk dalam penanganan Perlingdungan Perampuan dan Anak (PPA) Polres Ternate untuk melakukan penyilidikan lebih lanjut.

"Apapun itu, ini melibatkan pelaku dan korban di bawa umur," cetusnya.

Bahtiar sangat berharap video pornografi yang telah tersebar luas yang diduga disebarkan langsung teman-teman korban tersebut harus dihapus. Ia sangat sesalkan karena sudah ramai di media sosial.

"Kami sangat berharap kepada masyarakat terutama pelajar yang nyiman video tersebut agar segera dihapus dan tidak lagi tersebar karena itu melanggar undang undang dan kami sudah melaporkan orang orang yang menyebar luaskan," tandasnya.

"Kami sangat berharap agar ini tidak keluar jauh karena ini sangat terkesan menggurui korban akhirnya menghakimi korban dengan statemen tidak baik. Apalagi video tersebut sudah diedit ini sangat menjatuhkan psikologi korban sebagai seorang masih di bawah umur," sambungnya.

Senada, Abddulah Ismail mengatakan, penyeberan video sangat bertentangan dengan keasusilaan, sehingga tidak baik dikonsumsi publik, apalagi anak sekolah.

"Video ini menyebar pertama sudah dibuat teguran dan sempat terhenti. Namun video pertama tersebut hilang dari HP korban pada 13 Januari 2023 kemarin," bebernya.

Abdullah meminta kepada pihak kepolisian dapat melakukan pengembangan, siapa saja pelaku yang menyebarkan video tersebut, sekalipun anak-anak ataupun dewasa tetap ditindak tegas.

Selain itu lanjutnya, video tersebut ternsebar pada Senin 16 Januari 2023 kemarin sampai yang sudah diedit dan dikirimkan kepada korban dengan nomor WhatsApp yang baru tanpa diketahui nama kontaknta.

"Kami sudah tekankan kepada pihak sekolah sekalipun anak tetap saja diproses secara pidana. Tidak ada proses perdamaian karena hal tersebut ada undang undang ITE pasal 45 yang mengatur dan ancman pidana 6 tahun penjara dengan denda 1 miliar,"cetusnya.

Untuk laporan persetubuhan sendiri dimasukkan pada Kamis 18 Januari 2023. Sementara, laporkan penyebaran vidoe pornografi baru saja dibuat tadi.

Komentar

Loading...