Frans Manery Diperiksa, Kasus Dugaan Pengancaman Naik Status?

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Asri Effendi.

TERNATE-pm.com, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara memeriksa Halmahera Utara Halut, Frans Manery.

Frans Manery diperiksa ihwal kasus dugaan pembubaran dan pengancaman menggunakan parang terhadap massa aksi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Halut, pada Jumat 31 Mei 2024.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Asri Effendi mengatakan, Bupati Frans sudah dimintai keterangan tim penyidik.

"Terlapor (bupati) sudah kami mintai keterangan sebagai saksi kemarin, Kamis 20 Juni 2024 di Polres Tobelo," ungkap Asri Jumat (21/6/2024).

Permintaan keterangan dengan kapasitas sebagai saksi itu sambung Asri, terkait penangan kasus yang ditangani dengan pelapor dari GMKI.

Dalam penyidikan menurut Asri, semua saksi yang sudah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan awal. Bakal kembali dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Kalau di penyelidikan kemarin, masih sifatnya undangan untuk permintaan keterangan klarifikasi, tapi di tahap penyidikan, sudah langsung sebagai saksi," tegasnya.

Untuk diketahui, orang nomor satu di Halmahera Utara ini, dilaporkan, diduga membubarkan massa aksi menggunakan parang saat GMKI berunjuk rasa di depan hotel Greend Land, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, pada Jumat (31/5/2024).

Aksi bupati kemudian viral di media sosial, menuai berbagai tanggapan publik. Meski begitu, Bupati Frans sudah memberikan keterangan terkait aksinya tersebut.

Komentar

Loading...