poskomalut.com
baner header

FTKW Minta Hukum Mati Pelaku Pembunuhan di Kali Waci

TIDORE-PM.com, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Tragedi Kali Waci (FTKW), menggelar aksi di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Soasio Kota Tidore Kepulauan, Selasa (28/01) kemarin.

Hal ini terkait kasus pembunuhan di Kali Desa Waci Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) pada 29 Maret 2019 lalu, yang menewaskan 3 (tiga) warga setempat.

Selain berorasi, berdasarkan pantauan poskomalut.com, massa yang dilengkapi poster, spanduk besar yang bertuliskan berbagai macam tuntutan, termasuk diantarnya meminta pelaku pembunuhan dijatuhi hukuman mati.

Koordinator aksi, Abdul Sagaf dalam orasinya menyampaikan, Penasehat Hukum (PH) terdakwa sengaja membuang berbagai data dan merekapitulasi data yang sudah dilakukan oleh Polres Haltim.   

Beberapa poin tuntutan itu diantaranya, hukum mati pelaku pembunuhan tanpa terkecuali, juga mengharapkan Polda Maluku Utara dan Polres Haltim agar secepatnya menangkap 8 orang pelaku pembunuhan yang sampai saat ini masih menjadi buron.

“Hukum mati pelaku di depan masyarakat Waci dan mengundang keluarga pelaku agar menyaksikan, jika tuntutan ini tidak diindahkan maka akan terjadi kerusuhan di Kali Waci,” ancam Abdul.

“Kami yang mewakili masyarakat di Kabupaten Haltim mendesak Pengadilan Negeri Soasio untuk menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa kasus pembunuhan di Kali Waci,” teriaknya lantang.

Abdul menyatakan, sebagai kasus yang modus operandinya direncanakan oleh sejumlah pelaku yang saat ini sedang menjalani sidang, tidak ada alasan hukuman mati tidak dijatuhkan. 

“Tidak ada hukuman lain yang pantas, selain hukuman mati.  Nyawa harus diganti dengan nyawa, hal ini demi mengobati rasa trauma masyarakat Waci.” tuturnya.

 Ia menyampaikan, akibat dari kejadian ini secara psikologi masyarakat Waci merasa takut dan khawatir untuk beraktifitas di kebun atau hutan,” tegasnya. Usai menggelar aksi, masapun membubarkan diri dengan tertib. (wm02/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: