poskomalut.com
baner header

Gubernur Malut ‘Enggan’ Bertemu Pelajar Mahasiswa Kawata

TERNATE-PM.com, Pelajar dan mahasiswa asal Desa Kawata Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula kecewa bukan main. Kenapa tidak, agenda bertemu dengan Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) di kediaman gubernur, Selasa (25/2/2020) sore batal digelar. ”Kami sudah komunikasi dengan ajudan pak Gubernur Malut untuk minta hearing, dan ajudan meminta kami tunggu karena ada tamu, ternyata gubernur langsung ke Sofifi,” kesal ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kawata (HPMK) HPMK Rifandi  Umaternate.

Namun, mereka tidak putus asa. Rifan bersama rekan-rekannya akan ke Sofifi, untuk bertemu langsung dengan gubernur dua periode tersebut. ”Rencana besok (hari ini) kami akan ke Sofifi untuk betemu dengan gubernur,” katanya.

Dia menjelaskan, salah satu agenda bertemu dengan AGK adalah menagih janji politiknya pada Pilgub 2018 lalu. Saat berkampanye, AGK berjanji akan membangun jembatan sungai Waikawata tersebut. Ini karena, sungai tersebut kadang menghambat kegiatan belajar siswa SMK negeri 1 Kecamatan Mangole Utara Timur maupun guru ketika musim hujan. “Kalau hujan langsung banjir. Kadang siswa tidak bisa menyeberang ke sekolah dan balik di rumah takut dibawa air. Jembatan ini, menjadi penghubung saat siswa ke sekolah. Kebetulanpada Pilgub 2018 lalu, AGK janji bahwa kalau terpilih jadi gubernur baru dia bangun. Sekarang sudah jadi gubernur tapi malah lupa,” kata Rifan sembari mengaku AGK sendiri sudah pernah meliaht kondisi kalai tersebut.

Rifai mengatakan, pemerintah kabupaten  kepulauan Sula telah gagal tidak  bisa menjawab kebutuhan masyarakat Desa Kawata. “Meskipun itu jembatan itu masuk dalam wilayah jalan nasional, namun setidaknya usulan tersebut dari pemerintah kabupaten ke Provinsi akan tetapi ternyata mata dan telinga Pemkab Sula dan  DPRD tidak berfungsi lagi,” katanya.

Menurutnya, tim dari mahasiswa sudah mengkroscek anggaran APBN tahun 2020 di  Balai  jalan dan jembatan nasional sebesar Rp 800 miliar, dan balai sungai Rp 330 miliar. sayangnya, total anggaran tersebut, Desa Kawata tidak masuk dalam perencanaan pembangunan jembatan tersebut. 

“Dua unsur pimpinan DPRD Kepsul dari daerah pemilihan( Dapil) III Pulau Mangole tapi saying, tidak bisa memperjuangkan aspirasi rakyat. Untuk itu, kami datang disini untuk bertemu gubernur untuk sampaikan aspirasi masyarakat langsung sekaligus tagih janji pak gubernur pada pilgub 2018 bahwa akan membangun jembatan ini,” jelasnya.

Dia berharap, gubernur dapat merespon aspirasi masyarakat Desa Kawata untuk segera membangun jembatan Waikawata. “Tujuannya, biar ade-ade kita sekolah tanpa beban, focus proses belajar mengajar,” pungkasnya.  (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: