Gubernur Malut Larang Pejabat Keluar Daerah

Gubernur AGK bersama Forkopimda Malut gelar bahas penanganan dan pencegahan virus corona

Kecuali Penting, Mendesak, dan Siap Dikarantina 14 Hari

SOFIFI-PM.com, Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) melarang pejabat di lingkup Pemprov Malut melakukan perjalanan keluar daerah. Jika penting dan mendesak harus ke luar daerah maka bersedia di karantina selama 14 hari. Ini sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Conora di wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut) terutama di lingkup Pemprov Malut.

“Saya
menginstruksikan pada pejabat Pemprov Malut untuk saat ini tidak ke luar
daerah, terutama ke daerah-daerah yang sudah terinfeksi virus corona,” jelas Gubernur
AGK dalam rapat bersama dengan Forkompinda dengan satgas penanganan virus
Corona, Selasa (17/3). Lanjut AGK, larangan perjalanan dinas ini tentu
memberikan manfaat bagi daerah. Selain sebagai jalan pencegahan wabah virus
corona, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk penanganan virus menular
tersebut.

”Anggaran
perjalan dinas dialihkan ke penanganan virus conona saj. Jadi untuk sementara,
pejabat pemprov belum bisa keluar daerah maupun ke luar negeri,” tegasnya AGK.

Sementara,
Sekda prov Malut Samsudin A Kadir menyampaikan, saat ini pejabat di lingkup
Pemprov Malut belum dizinkan untuk keluar daerah. Instruksi ini berlaku ke seluruh
pejabat Pemprov termasuk anggota DPRD Malut. ”Instruksi larangan ini keuar
daerah ini masih internal pejabat di Pemprov Malut, kalau namanya pejabat
berarti anggota DPRD juga belum bisa keluar daerah,” katanya.

Samsudin, yang juga menjabat sebagai ketua tim Satgas penanganan Virus Corona Malut ini mengatakan, perjalanan keluar daerah bisa mengizinkan jika itu penting itu pun bersedia dikarantina selama 14 hari, setelah balik dari tugas perjalanan dinas. ”Untuk saat ini, jika ada pejabat pemprov maupun anggota DPRD baru pulang dari dinas di luar daerah, maka meraka akan tetap dikarantina, itu wajib,” tegasnya. (iel/red)

Komentar

Loading...