Gubernur Malut Pantau Terus Pembangunan Mesjid Raya dan Lokasi STQ

Gubernur Malut Didampingi Kadis PUPR saat memantau lokasi STQ

Santrani : progres pekerjaan per Minggu dan disampaikan ke publik

SOFIFI-PM.com, Gubernur KH Abdul Gani Kasuba saat ini sedang konsentrasi mempersiapkan event bergengsi nasional Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) 2021 mendatang. 

Amatan Posko Malut Gubernur AGK didampingi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Malut Santrani
Abusama, Kepala Biro Umum Setda Malut Jamaluddin Wua dan Kepala Biro Kesra
Setda Malut Dihir Badjo terus melakukan pemantauan progres pelaksaaan
pembangunan masjid Raya Sofifi dan pembangunan lokasi pelaksana STQ Tahun 2021
di Sofifi.

Bahkan untuk mempercepat, Pemerintah Provinsi
Malut membentuk Panitia pembangunan STQ. Panitia pembangunan STQ ini dipimpin
langsung Wakil Gubernur M Al Yasin Ali dan sejumlah Pimpinan OPD teknis
diantaranya Kadis PUPR Santarani Abusama, Kadis Perkim Djafar Ismail. Tim ini
di SK kan oleh Gubernur.

Gubernur menegaskan pekerjaan fisik yang mendukung pelaksanaan STQ harus segera dilakukan pelelangan. Sehingga di waktu yang tersisa kurang dari satu tahun ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin."Saya sudah perintahkan kepala-kepala dinas agar percepat proses tender," ucap Gubernur AGK kepada wartawan saat meninjau lokasi STQ bersama Kadis PUPR Santarani Abusama, Senin (24/2/2020).

Menurutnya, Kementerian Agama RI telah
percayakan Maluku Utara sebagai tuan rumah, sehingga ini menjadi prioritas
daerah dalam menyongsong event tahunan tersebut. "Ini harga diri, kita
sudah dipercayakan setelah Papua Barat lepas (dari tuan rumah)," ujarnya.

Oleh karena itu, Gubernur dua periode ini
berharap infrastruktur pendukung STQ 2021 bisa selesai tepat waktu. Di lokasi
yang sama, Kadis PUPR Santarani Abusama mengaku dokumen pekerjaan fisik masjid
raya akan diserahkan pada pekan ini untuk dilakukan pelelangan. 

Lanjut dia, siapapun yang akan memenangkan paket proyek ini akan dimintai progres pekerjaan per Minggu dan disampaikan ke publik. Ini sebagai bentuk transparansi. "Sehingga ada rasa memiliki ini tidak hanya pada dinas PUPR tapi semua pihak. Masyarakat juga dilibatkan dalam pembangunan masjid raya ini," ungkapnya (iel/red)

Komentar

Loading...