Hanya Beri Janji, PT Antam “Diancam” Angkat Kaki dari Haltim

Aksi pemuda Mabapura di depan kantor DPRD Haltim.

MABA-PM.com, Pemuda Mabapura menggelar aksi di Depan Kantor Bupati dan DPRD Haltim. Ada beberapa poin untuk ditindaklanjuti baik pemerintah daerah maupun DPRD Haltim diantaranya; pemerintah segera membentuk pansus pengoperasian pabrik feronikel Haltim, bubarkan tim negosiator karena tugasnya dianggap sudah selesai, selanjutnya segala bentuk pengawalan disetahkan ke Pemda maupun DPRD.

Menurut masa aksi, PT Antam  hanya memberi janji manis terkait pengoperasian pabrik feronikel. PT Antam diberikan waktu sampai 31 April 2022.

Selain itu, masa aksi menuntut agar pemda harus mengembalikan status kawasan industri. Pemda juga harus melakukan hotmix untuk seluruh ruas jalan di Mabapura, serta meningkatkan status RSUD Kota Maba dengan menggunakan sumbangan pihak ke tiga. Dan, pemda segera membangun universitas (perguruan tinggi) dengan menggunakan sumbangan pihak ke tiga.

Koordinator aksi, Irwanto Hamsa mengatakan, setelah melakukan aksi di depan kantor bupati, dilanjutkan hearing bersama Wakil Bupati Haltim.

Dalam hearing tersebut, wakil bupati juga bersikap tegas memberikan kesempatan pada PT Antam, jika sampai 31 April, pabrik belum juga dilakukan pengoperasian pabrik feronikel, maka perusahaan BUMN itu harus angkat kaki dari Haltim.

"Jadi waki bupati juga merespon baik dengan aksi kami, dan bersepakat memberikan waktu ke PT Antam sampai 31 April," ujar Irwanto.

Hal yang sama dikatakan Anggota DPRD Halttim, Alfano saat menyambut masa aksi di kantor DPRD. Dirinya mengatakan, persoalan tersebut tentunya sudah ada keputusan melalui tim negosiator. Akan tetapi, dengan adanya aksi dari Pemuda Mabapura, bakal menjadi rujukan untuk komisi III.

"Nanti akan disampaikan ke pimpinan, apakah perlu untuk dilakukan pansus atau seperti apa. Karena sejauh ini pun tetap mendampingi masyarakat dalam proses pengoperasian pabrik tersebut," pungkasnya.

Komentar

Loading...