poskomalut.com
baner header

Hari Pertama, PT Atosim Lampung Pelayaran Bolos

TIDORE-PM.com, PT Atosim lampung pelayaran melalui kapal angkutanya KMP Mutiata Ferindo VI bolos alias tidak melakukan trip angkutan dihari pertama beroperasi di kota Tidore kepulauan.

Amatan posko malut di pelabuhan  Kapal Penyebrangan Ferry di kelurahan rum kecamatan Tidore Utara, Senin (10/5) pagi kemarin jadwal pengangkutan yang semestinya diangkut oleh KMP Mutiata Ferindo VI tidak nampak terlihat, padahal diketahui seluruh masyarakat Tidore kapal tersebut stay berlabuh di pelabuhan Fery Rum. ’’ Torang so samangat antri so tara akan lama karna so ada kapal baru padahal tar alia kapal p muka ,’’ kata Yudi salah satu penumpang.

KMP Mutiata Ferindo VI yang seharunya melakukan pengangkutan pada pukul 08:00 witb dari pelabuhan Rum ke Bastiong terpaksa digantikan dengan Kapal milik ASDP KMP Bobara yang mengangkut kendaraan namun seluruhnya tak bisa terangkuta karena banyaknya antrian penumpang menggunakan roda dua dan empat menuju ternate.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad ketika dikonfirmasi membenarkan hari pertama operasional KMP Mutiata Ferindo VI tidak berada ditempat, pihaknya telah melakukan konsultasi dan kordinasi kepada pihak Perhubungan provinsi dan Direktorat Jenderal perhubungan darat balai pengelolaan Transportasi darat wilayah XXIV Provinsi Maluku Utara untuk mempertanyakan keberadaan kapal. ’Iya benar dorang tarada tapi torang tetap berkordinasi dengan pemrov dan balai untuk ditindaklanjuti,’’ Kata Daud.

Daud berharap, mulai esok ( hari ini ) jadwal operasional pengangkutan kembali berjalan normal sebagaimana hasil keputusan rapat bersama lalu dengan pihak PT Atosim lampung pelayaran untuk pelayanan trip Rum Bastiong yang disediakan pihak swasta yang beroperasi di Maluku Utara.

Dari hasil konfirmasi, diketahui bahwa tidak beroperasinya PT Atosim lampung pelayaran dihari pertama karena masalah administrasi yang belum terselesaikan. “Insha Allah jika sudah selesai maka kapal swasta itu akan kembali beroperasi sesuai surat keputusan balai pengelolaan Transportasi darat wilayah XXIV Provinsi Maluku Utara,’’ tambah Daud.(mdm/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: