Hasil Pleno DPB KPU, Kecamatan Weda dan Pantura Pemilih Terbanyak

Ilustrasi

WEDA-PM.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Tengah (Halteng) menetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) bulan januari Tahun 2021. DPB tersebut ditetapkan pada rapat pleno, Senin kemarin.

Hasilnya, ada 35,053 ribu pemilih. Terdiri dari pemilih laki-laki 17,851 dan pemilih perempuan 17,202. Jumlah pemilih ini mengalami peningkatan dari tahun 2020 lalu.

"Ada peningkatan pemilih. Kalau tahun 2020 lalu pemilih sebanyak 35,043. Tahun ini 35,053. Ada penambahan 10 orang pemilih,"kata ketua KPU Halteng, Bahri Hasbullah, kemarin.

Ketua KPU mengatakan, jumlah DPB bulan januari yang ditetapkan tersebar di 61 Desa 10 Kecamatan. "Ada dua kecamatan yang pemilihnya paling banyak, yakni Kecamatan Weda sebanyak 6,447 dan Kecamatan Patani Utara 5,025 pemilih,"ucapnya.

Ketua KPU menyatakan, data yang diplenokan pada bulan januari ini masih diluar data masuk yang terdaftar pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Pemkab Halteng.

"Informasi dari Dinas Dukcapil kurang lebih 13 ribu lebih penduduk yang pindah masuk ke halteng,"ujarnya.

Walaupun demikian, KPU kata dia, hingga kini belum bisa mengcover data tersebut ke DPT Halteng. Pasalnya,  Sistem Data Pemilih (SIDALIH) yang dimiliki oleh KPU sampai saat ini belum bisa diakses oleh KPU Kabupaten/Kota maupun Provinsi yang belum melaksanakan pilkada.

Namun lanjutnya, ada data-data dari Disdukcapil tersebut yang bisa KPU masukkan secara manual di dalam daftar pemilih KPU, apabila elemen datanya lengkap.

Sementara yang diberikan dinas Dukcapil hanya dua elemen data dalam hal ini nama dan NIK.

"Masih kurang lebih enam elemen data Disdukcapil tidak berikan. Seperti tanggal lahir, bulan lahir, tahun lahir kemudian tempat lahir, alamat dan lain-lainnya,"paparnya.

Dia bilang, semestinya dengan dua elemen data yang diberikan dinas Dukcapil pihaknya sudah bisa mengcover di DPT Halteng dengan catatan SIDALIH terbuka.

Hanya saja, hingga hari ini sidali belum terbuka untuk Halteng sehingga kami mengcover secara manual.

"Kalau pun perekapan secara manual, catatannya harus punya elemen data lengkap,"terangnya.

Hal ini sambung dia, yang sampai sejauh ini menjadi masalah buat KPU untuk mengcover data-data pinda masuk.(msj/red)

Komentar

Loading...