IMM Tak Yakini Rekomendasi DLH Malut Dipatuhi Perusahaan Tambang

Ketua Umum DPD IMM Malut, Usman Mansur.

TERNATE-pm.com, Rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada empat perusahaan di Halamahera Tengah untuk menghentikan sementara aktivitas ekploitasinya diragukan publik.

Adapun, penghentian sementara itu menyusul peristiwa perubahan air Sungai Sagea-Bokimaruru yang diduga disebakan aktivitas perusahaan tambang seperti PT Halmahera Sukses Mineral, PT Tekindo Energi, PT Karunia Sagea Mineral dan PT First Pasific Mining di Halmahera Tengah.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Utara, mengaku sangat meragukan rekomendasi DLH untuk menghentikan sementara aktivitas pertambangan di Halteng," ungkap Ketua Umum DPD IMM Malut, Usman Mansur, Senin (4/9/2023).

Kata dia, perusahaan-perusahaan tersebut dipastikan membandel dan tidak akan menaati rekomemdasi tersebut. Sebab investasi hanya berpikir soal keuntungan.

“Mereka tidak pernah berpikir soal lingkungan. Kasus Sungai Sagea bagi kami sesungguhnya adalah fakta akan kerakusan akibat eksploitasi sumber daya alam," bebernya.

Bahkan, masalah perubahan air sungai terjadi sudah beberapa bulan lalu, namun DLH Malut sangat lambat mengatasi kerusakan lingkungan tersebut.

"Pak gubernur harus tegas jangan biarkan, kerusakan di Halteng makin parah," pintanya.

Diketahui, permintaan pemerintah provinsi dan Pemda Halteng untuk seriusi tercemarnya Sungai Sagea-Bokimaruru terus disuarakan publik Maluku Utara. Mulai dari aktivis pertambangan hingga Koaslisi Save Sagea (KSS).*

Komentar

Loading...