Ini Alasan Stevi Thomas Divonis Ringan

Terdakwa Stevi Thomas.

TERNATE-pm.com, Pengadilan Negeri (PN) Ternate memvonis empat terdakwa dalam kasus suap atau gratifikasi proyek dan jabatan terhadap Mantan Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK) berbeda-beda.

Vonis paling renda dijatuhkan terhadap terdakwa Stevi Thomas dari pihak swasta.

Direktur eksternal PT Trimega Bangun Persada (TBP) diputus dalam perkara nomor: 2/Pid.Sus-TPK/2024/PN, divonis 1,10 tahun dan denda Rp50 juta subsidiair pidana kurungan pengganti selama 1 bulan.

Sementara, tiga terdakwa lainnya, Kristian Wuisan juga pihak swasta dengan perkara nomor: 3/Pid.Sus-TPK/2024/PN Tte yang divonis pidana penjara 2, 5 tahun denda sebesar Rp100 juta subsidiair pidana kurungan pengganti selama 3 bulan.

Kemudian, terdakwa Daud Ismail atas perkara nomor: 1/Pid.Sus-TPK/2024/PN Tte dengan putusan 2,10 tahun denda Rp100 juta ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan 2 bulan kurungan.

“Selanjutnya, terdakwa Adnan Hasanuddin dengan perkara nomor: 4/Pid.Sus-TPK/2024/PN Tte divonis 2 tahun, dan dibebankan membayar denda senilai Rp50 juta subsider pidana pengganti 1 bulan penjara,” bunyi putusan tersebut.

Dari empat terdakwa, dalam putusan terdakwa Stevi Thomas, Majelis hakim PN Ternate, Romel Franciskus Tumpubolon sempat menyampaikan terkait keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di pulau Obi, Halmahera Selatan.

Dalam sidang sebelumnya, 22 April 2024,

JPU KPK sempat menghadirkan Dr. Ir. Bustari dari Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) sebagai saksi ahli dengan terdakwa Stevie Thomas guna menjelaskan kawasan PSN.

Dengan kaitannya proyek PSN tersebut serta dianggap koperatif dalam memberikan keterangan, Stevi Thomas kemudian divonis lebih rendah dari terdakwa lainnya.

Komentar

Loading...