Kajari : Kami Akan Buka Secara Terang

Jaksa Disebut Lindungi Kasus Pembelian Lahan Aula Melati

Kepala Kejaksaan Negeri Ternate, Abdullah.

TERNATE-pm.com, Kasus pembelian Aula Melati terus disoroti publik, seperti yang disampaikan Praktisi Hukum, Agus Salim R Tampilang.  Ia menduga kasus yang bersumber dari APBD Kota Ternate senilai Rp 2,8 miliar itu dilindungi penegak hukum.

Menurut  Agus, perkara jual beli Aula Melati yang ditangani Kejari  Ternate itu sampai sekarang tak ada progres alias jalan ditempat.

"Sebagai lembaga hukum, Kejari harus lebih terbuka kepada publik, dengan alasan apa sehingga perkara itu tak ada progres, publik bisa mengetahui itu," kata Agus kepada media ini beberapa waktu lalu.

Agus menjelaskan, jual beli rumah dinas merupakan perbuatan melawan hukum dan termasuk tindak pidana korupsi. Pasalnya, Noken Yapen sebagai pihak yang kalah dalam  putusan Mahkamah Agung RI dengan nomor 191 K/pdt/2013 menjual tanah tersebut kepada Pemkot Ternate dan dibayar melalui Dinas Perkim.

"Alasan Noken menjual tanah tersebut karena ia merasa memiliki sertifikat dengan  nomor 227 tahun 1972. Padahal, MA telah menolak gugatan Noken, bahkan dalam amar putusan MA menyebutkan bahwa tanah dan bangunan eks kediaman gubernur adalah milik pemerintah Provinsi Maluku Utara bukan milik pribadi Noken Yapen, bagaimana bisa terjadi transaksi jual beli," beber Agus.

Di dalam dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Maluku Utara 2016 menyebutkan, tanah dan bangunan kediaman Gubernur Malut adalah lahan pemerintah daerah provinsi.

Anehnya, secara sadar Noken Yapen melawan hukum dengan menjual lahan tersebut ke Pemkot Ternate, lalu dibayaran oknum kepala dinas (RM) menggunakan APBD Pemkot Ternate senilai Rp2,8  miliar.

"Sampai sekarang kasus tersebut berjalan di tempat, karena para aktor korupsi rumah dinas diduga dilindungi pihak Kejari Ternate," tukas Agus.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Ternate, Abdullah menegaskan kasus jual beli bekas Rumah Dinas (Rumdis) Gubernur Maluku Utara atau Aula Melati akan dibuka secara terang juntrungannya.

"Tunggu saja, nanti kita akan panggil biar nyaman, mana yang selesai dan mana belum selesai," ujarnya kepada awak media, Kamis (18/8/2022).

Ia mengatakan, penanganan kasus tersebut nanti dijelaskan secara detail melalui jumpa pers bersama Kasi Intel Kejari. Kata dia, hal itu dilakukan agar menepis tudingan keraguan mengungkap kasus tersebut.

“Ini tinggal tunggu waktunya saja, karena selama ini beredar issue di luar itu kan asumsi invalid atau tidak berdasarkan data yang ada. Kami punya prinsip jika benar ya benar dan tidak benar tentu saja tidak benar," tegasnya.

Komentar

Loading...