poskomalut.com
baner header

Jaksa Periksa Bendahara Dikbud Malut, Kembangkan Korupsi Pengadaan Kapal Nautika

TERNATE –PM.com, Penyidik Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), Selasa (25/2/2020) memeriksa dua pejabat di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut. Dua pejabat itu, masing-masing Bendahara Dikbud Malut, Novianti dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Ridwan M Nur.

Keduanya diperiksa sekitar 3 jam, dari pukul 10.00 WIT sampai dengan 12.00 WIT. Novianti dan Ridwan dicecar puluhan pertanyaan terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi Kapal Nautika SMK Swasta Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) senilai Rp 7, 8 miliar.
PLT Kasi Penkum Kejati Malut Zul Alfis Siregar mengaku, pemeriksaan kedua pejabat Dikbud Malut ini untuk melengkapi data keterangan yang sementara dalam proses penyilidikan. Mereka dicecar masing-masing 12 pertanyaan seputar tugas-tugas dan kewenagnan dalam kasus kapal Nautika ini.

Dalam pemeriksaan tersebut, lanjut Siregar, bendahara Dikbud mengaku selaku juru bayar melakukan transakssi pembayaran tersebut sesuai permintaan dari PPK berdasarkan jumlah nilai yang diminta. Anggaran tersebut terdapat dua kontrak atau dua dokumen yang diajukan kepada bendahara. “Satunya pengadan kapal nautika dan satunya Simlator atau alat-alat praktek kapal. Dengan harga masing-masing Rp 1 miliar lebih dan satu lagi Rp 2 miliar lebih,” kata Siregar, mengutip pernyataan Novianti dalam pemeriksaannya.
Siregar menuturkan, dua item proyek ini yang diajukan lewat bendahara dengan total anggaran sekitar Rp 3 miliar, pembayaran 70 persen namun terrealisasi 50 persen. Sementara pemeriksaan Ridwan M Nur selaku PPTK dalam dugaan kasusi ini karena Ridwan selaku penanggungjawab teknis kegiatan.
Siregar menambahkan sejauh ini hampir 11 saksi yang diperiksa. Selanjutnya
akan dilakukan pemanggilan Kepala sekolah SMK Swasta Kabupen Halsel. “Selanjutnya kepala Sekolah SMK akan kita panggil dan terakhir baru pihak Kontraktor,” tandasnya. (Nox/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: