Jaksa Temukan Penurunan Setoran Retribus ke Kas Daerah

Kasi Intel Kejari Ternate, Aan Syaeful Anwar.

TERNATE-pm.com, Kasus dugaan jual beli lapak dan retribusi pedagang di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate terus dilidik.

Terbaru, dari hasil penyelidikan, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate menemukan adanya penurunan signifikan penyetoran retribusi lapak ke kas daerah.

"Dari hasil pemeriksaan terjadi penurunan di tahun 2022 dan 2023," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Ternate, Abdullah melalui Kasi Intel Kejari Ternate Aan Syaeful Anwar, Rabu (14/6/2023).

Aan menjelaskan, sejak Januari sampa Desember 2022 jumlah setoran ke daerah senilai Rp10 miliar lebih. Sedangkan pada Januari hingga  9 Juni 2023 baru Rp1 miliar lebih.

"Itu yang disetor ke Bank BPRS," ungkapnya.

Lanjut Aan, pada tahap penyelidikan tim intelijen sudah memanggil dua orang saksi. Yakni Dirut Bank BPRS dan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BP2RD) Kota Ternate.

"Yang pasti kami masih lakukan penyelidikan," tegas Aan.

Diketahui, kasus dugaan jual beli lapak pedagang dan retribusi di Disperindag Kota Ternate mulai diselidiki setelah penyidik menemukan sejumlah bukti permulaan termasuk keterangan saksi yang dipanggil.

Penyidik pun sudah memeriksa mantan Kadis Perindag Kota Ternate, Muchlis S. Djumadil beberapa waktu lalu.

Komentar

Loading...