Jemput Ganja Seorang Mahasiswa Ditangkap

Barang bukti Ganja yang diamankan

TERNATE-PM.com, Pihak Direktorat Reserse
Narkotika (Ditresnarkoba) Polda Malut yang bekerja sama dengan Kantor BEA Cukai
Ternate berhasil menangkap salah satu tersangka pengedaran gelap Narkoba jenis
Ganja dengan inisial FHM alias Unda (20) yang masih berprofesi sebagai
Mahasiswa. Penangkapan ini berdasarkan ControlDeRellFree yang dilakukan
secara bersama-sama pada beberapa waktu lalu.

Saat konferensi Pers pada Senin, (17/02/2020)
di Aula Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara(Malut) bersama Direktur Reserse
Narkoba (Ditresnarkoba) Kombes (Pol) Setiadi Sulaksono didampingi Kepala Kantor
Bea Cukai Ternate Dicky Hadi Pratama dan Kabid Humas AKBP Adip Rojikan.

Dirtresnarkoba, Kombes (Pol) Setiadi Sulaksono mengatakan, pihaknya telah berhasil
mengungkap kasus Narkoba jenis ganja dengan Barang Bukti (BB) sebanyak 950 gram
(9,5 ons) di Kelurahan Toboleu, kecamatan Ternate Utara.

 "Jadi berdasarkan hitungan yang kita
peroleh baik dari Direktorat Narkoba maupun BNN, satu linting ganja dapat
menyelamatkan 10 orang. Satu linting itu sekitar 15 gram, jadi kalau di hitung
950 gram maka ada sekitar 633 orang yang berhasil diselamatkan dari
pengungkapan kasus ini," terangnya.

Menurutnya, penangkapan pelaku sendiri
berdasarkan Nomor Laporan Polisi,  LP/ 28
/II/2020/MALUT/SPKT pada Kamis, (13/02/2020) sekitar pukul 13.30 Wit. Tersangka
yang berhasil ditangkap juga berdasarkan teknik penyelidikan melalui controlderellfree
atas kerja sama Kantor BEA Cukai Ternate dengan Dit Narkoba.

"Kita mendapatkan informasi tersebut dan
melihat gerak gerik dan kita melakukan penangkapan di Kantor pengiriman jasa
J&T di Kelurahan Toboleu, kecamatan Ternate Utara. Pelaku atas nama FHM
alias Unda,
profesinya kalau di KTP masih mahasiswa, namun saya tanya bersangkutan mengaku
kalau sudah di DO dari kampus. Penangkapan yang kita lakukan dilokasi juga
sama-sama dengan BEA Cukai Ternate," tuturnya.

Sementara itu, Barang bukti  yang
berhasil diamankan dari tangan pelaku adalah satu buah Tupperware ukuran 22x15
cm yang berisi bungkusan plastik yang didalamnya berisi daun dan biji diduga
Narkotika jenis Ganja dengan berat 950 gram (9,5 ons), satu lembar kertas nomor resi
pengiriman, satu buah ATM BNI TAPLUS dan satu buah HP Iphone 6 berwarna cream. Atas pengakuan
dari pelaku, barang haram tersebut juga rencananya akan di edar di kota
Ternate.

"Setelah kita tindak lanjuti dari ATM
yang digunakan pelaku, berdasarkan hasil tranfer yang telah kita rissing bukti
transfernya ternyata, untuk barang berasal dari Kota Medan. Makanya akan kami
lacak untuk mengetahui siapa pengirim yang di sana, jadi kami akan tindak lanjuti
dengan bukti tadi," ungkap
Setiadi.

Berdasarkan keterangan tersangka, aksi
pengiriman ganja yang telah dilakukannya sebanyak dua kali, terhitung pada
(02/02/2020) dan (15/02/2020). Atas perbuatannya, tersangka melanggar pasal 144
Ayat (1), pasal 111 Ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kami juga akan terus mendalami dan ada
kemungkinan kita akan mencari aktor intelektual dari peredaran gelap
tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Dicky Hadi Pratama, selaku Kepala Kantor Bea Cukai Ternate mengatakan, pihak BEA Cukai Ternate mengucapkan banyak terima kasih kepada Ditresnarkoba Polda Malut atas hasil kerja sama sehingga berhasil mendapat capaian tersebut.

Menurutnya, BEA Cukai Ternate mempunyai dua fungsi secara umum, diantaranya fungsi pelayanan dan Pengawasan, untuk fungsi Pengawasan inilah sehingga BEA Cukai Ternate menjalankan sinergi yang baik dengan pihak Kepolisian, TNI, BNN, BPOM dan penegak Hukum lainnya.

"Termasuk dalam Program Pemberantasan, Pennyalah
gunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Jadi kita punya program tersebut yang
dikenal dengan istilah P4GN. DimanaDitResNarkoba dan BEA cukai terlibat
sama-sama juga dengan BNN,"
kata Dicky.

Dicky juga menambahkan, untuk wilayah Malut, BEA
Cukai  telah menjalin kerja sama
yang baik antara BEA Cukai Ternate dengan Ditresnarkoba Polda Malut. Untuk itu, pengungkapan
kasus Narkoba ini juga, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para
pelaku peredaran gelap Narkoba yang juga jelas akan merugikan masyarakat.

"Bagi kami juga terutama, ini merupakan
upaya untuk menyelamatkan para pemuda sebanyak 633 jiwa seperti yang telah di
katakan oleh DirResnarkoba. Kedepannya kami dari BEA Cukai sangat berharap agar
kerja sama seperti ini antara instansi penegak hukum terutama terkait peredaran
gelap Narkoba dan Sikotropika dan seterusnya bisa kami tingkatkan untuk dapat
berperan lebih guna menyelamatkan pemuda bangsa kita dari ancaman
Narkoba," tutupnya.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP AdipRojikan juga
mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam pemberantasan
penyebaran Narkotika di wilayah Malut sebagai bentuk menyelamatkan saudara,
kerabat maupun keluarga dekat dari bahaya pennyalah
gunaan narkotika.

 "Semua masyarakat punya hak untuk
mengambil bagian dalam proses pencegahan dan pemberantasan Narkotika di Maluku
Utara," tegasnya. (OP-red)

Komentar

Loading...