Penjual Takjil Ramadhan di Ternate Dibatasi

Pedagang dan Pembeli Masuk Pasar Wajib Pakai Masker

TERNATE-PM.com, Ditengah mewabahnya Corona Virus (Covid-19) dan diperhadapkan dengan Bulan Ramadan 1441 Hijriah dalam waktu dekat ini, maka melalui Pemerintah Kota dan Satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid 19, bakal mengatur skema penjual makanan takjil di bulan ramadan, dengan menyiapkan 175 pedagang musiman.

Pedagang musiman yang disiapkan sebanyak 175 pedagang difokuskan pada tiga pasar yang ada di Ternate, diantaranya Pasar Percontohan di gamalama, Pasar Bastiong dan Pasar Dufa-Dufa.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Ternate Tamrin Alwi, saat melakukan konfrenai pers pada Minggu (19/4) mengaku, pihaknya akan mengelompokkan pedagang permanen dan pedagang musiman.

Pedagang musiman di Falajawa, akan diatur agar tidak terjadi kemacetan, karena selama ini seperti diketahui pusat kemacetan sering terjadi diarea Falajawa, hal itu sangat dikhawatirkan apalagi dengan adanya Covid-19 ini.

"Jadi menjadi tawaran kita nanti gunakan arah kiri bahu jalan bagian timur, dengan pertimbangan bahwa jika arah timur dilakukan penerapan ini jauh lebih efektif maka, kita bakal lakukan one way di titik tertentu,"jelasnya.

Jadi seandainya jika hanya menggunakan satu arah, seperti arah barat, maka timur tidak digunakan. Sehingga konsumen juga bisa menggunakan parkiran di area tertentu, dan tidak ada penumpukan kendaraan yang berdampak pada kemacetan.

Ia mengaku, namun hal ini masih dikembalikan ke OPD tehnis dalam hal ini Disprindag, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, untuk mereka kembali menggagas ketentuannya seperti apa. "Area pedagang yang sudah ditetapkan telah disiapkan tempat cuci tangan,"ujarnya.

Ia mengimbau, para penjual agar saat berjualan harus menggunakan masker, dan jarak juga diatur sehingga pysical distancing ini, bukan hanya teori tapi di lapangan juga diterapkan secara baik.

Selain itu, Di pasar higenis juga disediakan tempat untuk pedagang musiman. Dengan tujuan jangan sampai merugikan Pedagang permanen yang sudah ada disana, maka hal ini juga harus ditertibkan.

Sementara untuk penjual pakaian di jalan revolusi, aktifitas mereka akan digiring ke tempat tertentu, sehingga trotoar itu dikembalikan fungsinya kepada pengguna pejalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Hasim Yusuf, saat diwawancarai juga mengaku, bahwa untuk pedagang musiman takjil di pasar bakal diberlakukan physical distancing, jadi semua pedang baik penjual takjil, barito tetap diatur untuk jaga jarak, sesuai dengan protokol kesehatan.

Ia mengaku, Disprindag juga bakal melakukan sosialisasi melalui spanduk dengan tulisan 'anda memasuki pasar wajib menggunakan masker',
Jadi pembeli harus menggunakan masker, jika tidak menggunakan masker maka bakal dikeluarkan. Hal ini bakal disesuikan dengan petugas di lapangan "Jadi bagi yang tidak menggunakan masker dikeluarkan,"tegasnya.

Semua pedagang di pasar sudah ditetapkan titik dengan memberi tanda lingkaran merah, agar pedagang berjualan sesuai dengan titik yang telah ditetapkan. "Agar pedagang ini bisa berjualan hingga selesai lebaran,"katanya.

Sementara untuk pedagang takjil masih tetap sama dengan tahun sebelumnya, namun dibatasi, jadi tahun ini untuk di pasar percontohan pedagangnya mencapai 150 pedagang dikurangi menjadi 100 pedagang, sementara di Bastiong sebanyak 50 pedagang dan pasar Dufa-Dufa sebanyak 25 pedagang.

"Saat ini yang tidak bisa berjualan di luar itu adalah pedagang pakaian seperti Al-Munawar, Jalan Revolusi dan tempat parkir terminal, tidak ada lagi tidak dijinkan sama skali,"tandasnya. (Cha/red)

Komentar

Loading...