poskomalut.com
baner header

Karyawan PDAM Taliabu Mogok Kerja

TALIABU-PM.com, Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Kabupaten Pulau Taliabu, mogok bekerja, diduga karena kurang lebih empat bulan belum terima gaji.

Berdasarkan data yang dihimpun posko malut menyebutkan, keterlambatan pembayaran gaji karyawan PDAM Pulau Taliabu disebabkan karena, anggaran PDAM yang masuk dalam estimasi anggaran Covid-19 belum dicairkan.

Pemkab Pulau Taliabu, melalui Bupati Aliong Mus menggratiskan pembayaran iuran PDAM selama 4 (empat) bulan, terhitung sejak bulan april sampai bulan juni tahun 2020. Dimana pemberlakuan gratis iuran PDAM bagi warga Kota Bobong adalah bagian dari perhartian Pemkab Pulau Taliabu dalam penanganan dampak sosial penularan Covid-19.

Namun hingga saat ini, APBD yang alokasikan untuk penanganan Covid-19 dan pembayaran iuran air bersih yang digratiskan Pemkab Pulau Taliabu itu juga belum dicairkan sehingga, dengan terpaksa karyawan harus bekerja selama empat bulan tanpa gaji.

“Kami sebanyak 14 orang karyawan yang belum terima gaji, sejak bulan april sampai agustus 2020 ini. Gaji kami per bulan Rp. 1,200.000 per orang”ungkap Karyawan PDAM Taliabu yang enggan namanya disebutkan.

Dia bilang, pihaknya dan karyawan PDAM yang lain tidak turun kerja dil apangan meskipun saat ini air PDAM lagi macet, dan yang turun kerja hanya Direktur utama dan Direktur administrasi. “Kami tidak akan turun kerja hingga gaji kami dibayar, sana yang turun lapangan untuk urus orang sambung pipa utama penyaluran air bersih cuma dua Direktur”jelasnya. (Cal/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: