Kasus Dugaan Sewa Gedung Duafa Center Naik Status

Kajari Kota Ternate, Andullah.

TERNATE-pm.com, Bidang intelejen ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate bakal naikkan status kasus dugaan sewa gedung Duafa Center dari Puldata dan Pulbaket menjadi penyelidikan

Hal itu disampaikan Kepala Kejari Ternate, Abdullah kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/4/2023).

Yang jelas sambung Abdullah, aliran dana penyewaan gedung Duafa Center mengalir tanpa ada kejelasan ini terus didalami. Karena, dari dukungan wawancara dan bukti, pihaknya dapat menyimpulkan sangat memenuhi cukup bukti.

"Kami dapat simpulkan bahwa adanya cukup bukti permulaan untuk kasus tersebut," pungkasnya.

Diketahui bahwa sebelumnya pada penyelidikan di Bidang Intelejen sejumlah saksi telah dimintai keterangan klarifikasi di antaranya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, Abdullah H. M. Saleh dan Kepala Inspektorat Kota Ternate, Rohani Panjab Mahli.

Selain itu pihak-pihak yang juga telah dimintai keterangan ialah BASDA Kota Ternate dan Yayasan Duafa Center. Termasuk belum lama ini Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate, Rus'an M. Nur Taib dan petugas Aset Dinas PU, Bambang.

Dana hibah gedung Duafa Center itu dilakukan Pemkot Ternate ke tayasan pada 2015 lalu di mana mantan Wali Kota Ternate Almarhum Burhan Abdurahman.

Komentar

Loading...