Kasus Irigasi Modapuhi di Kepsul Dalam Penyelidikan

Irigasi Modapuhi, Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula

TERNATE-PM.com, Dugaan
kasus tindak pidana korupsi proyek irigasi Modapuhi, Kecamatan Mangoli Utara,
Kabupaten Kepulauan Sula saat ini masih ditangan penyidik reskrimsus.

Direktur
Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut Alfis Suhaili mengungkapkan
penanganan kasus irigasi Modapuhi, Kecamatan Mangoli Utara dalam penyelidikan.
"Jadi proses kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Tahap ini, penyidik
bekerja mengumpulkan alat bukti, dan jika sudah terpenuhi kami akan ekspos
publik hasilnya gimana," kata Ditreskrimsus Polda Malut AKBP Alfis Suhaili
kepada Posko Malut, Selasa (8/10/2019).

Menurut
Alfis, beberapa waktu lalu pihaknya sudah konfirmasi ke BPK RI Perwakilan
Malut, untuk permintaan audit kembali sejumlah kasus-kasus yang ditangani,
termasuk kasus tersebut. "Hasil audit BPK yang kami minta belum
keluar," ujarnya.

Lanjutnya,
apalagi posisi kasus ini sesuai jarak sangat jauh. Untuk melakukan kroscek
lapangan, harus memerlukan waktu yang banyak. Karena itu, jika semua alat bukti
kasus ini sudah terpenuhi akan dilakukan persiapan langkah-langkah
tindaklanjuti dan jika itu belum juga dilakukan berarti ada alat bukti yang
juga belum dilengkapi. "Tindak pidana yang terkait dengan kerugian negera
itu harus benar-benar diteliti seperti keterangan yang betul-betul bisa
meyakinkan penyidik atas peristiwa pidana tersebut," pungkasnya.

Diketahui
dalam kasus proyek jumbo itu dianggarkan tahun 2014 dengan Nomor Kontrak
: 910.916/611/18.PKKU/DPU-KS/2014 dengan total anggaran senilai Rp 9.
793.609.134, Hendrata Thes Bupati Kepsul sendiri telah diperiksa penyidik
beberapa waktu lalu. (red)

Artikel ini sudah diterbitkan di SKH
Posko Malut, edisi Kamis  10 Oktober
2019, dengan judul ‘Kasus Irigasi Modapuhi Dalam Penyelidikan

Komentar

Loading...