Kejari Diminta Tegas Usut Dugaan Jual Beli Lapak di Ternate

Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Maluku Utara, M. Bahtiar Husni.

TERNATE-pm.com, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Maluku Utara, M. Bahtiar Husni turut menyoroti dugaan praktik mafia jual beli lapak dan pungutan liar (Pungli) retribusi di Kota Ternate.

Bahtiar meminta ketegasan lembaga Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate mengusut dugaan praktek rasua di beberapa pasar di Kota Ternate.

Ia mengatakan, dugaan jual beli lapak dan pungli retribusi parkir di beberapa lokasi pasar sepertinya sudah menjadi tradisi bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Dirinya menyebut YLBH Malut mendukung upaya lembaga Adhyaksa itu menyelidiki dan mengungkap pelaku praktek rasua di sejumlah pasar.

"Kejari harus diberi apresiasi, karena selama ini dugaan mafia yang sering terjadi di pasar, belum ada yang mengusut. Baru kali ini Kejari mau mengusut," ujar Bahtiar kepada media ini, Senin (17/4/2023).

Bahtiar menyebut beberapa lokasi pasar seperti di Gamalama dan Kelurahan Bastiong seringkali terjadi pungli.

"Amatan sendiri kami di pasar, selain jual beli lapak itu yang sering ditemukan soal pungli retribusi dan itu tidak sesuai prosedural," katanya.

Selain itu, penyidik Kejari Ternate juga diminta memeriksa seluruh pihak baik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Begitu juga para oknum-oknum yang berada di pasar yang bermain di luar perintah atasan,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, praktek pungli dan jula beli lapak terus dibiarkan akan berdampak pada bocornya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate.

"Apabila terbukti ada oknum yang melakukan tindak pidana, maka harus ditindak tegas. Kami sangat mendukung langkah Kejari Ternate," pungkasnya.

Komentar

Loading...