Kejari Ternate Bakal Umumkan Tersangka Kasus Vaksin

Kepala Kejari Ternate, Abdullah. (Foto: Zulham/poskomalut).

TERNATE-pm.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran vaksinasi dan Covid-19.

Tim penyidik Pidsus Kejari Ternate membagi dua penanganan yang berbeda pada kasus tersebut, yakni vaksin dan Covid-19.

"Untuk kasus dugaan korupsi vaksin, kami masih menunggu hasil audit penghitungan keuangan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Maluku Utara," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ternate Abdullah saat dikonfirmasih, Senin (11/9/2023).

Kajari mengatakan, pada kasus vaksin tidak lama lagi akan diumumkan nama tersangkanya. Untuk itu pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPKP, karena ada beberapa temuan baru yang belum ditetapkan.

Sementara, untuk kasus dugaan korupsi anggaran Covid-19 Abdullah menyebut, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk memperkuat adanya dugaan tindak pidana korupsi.

“Untuk Covid-19, kami juga sudah konsultasikan dengan BPKP,” tuturnya.

Dalam kasus Covid-19, Abdullah mengakui anggarannya cukup besar dan menyasar pada penerima manfaat serta pihak terkait yang melakukan kegiatan saat pandemi Covid-19.

Kasus dugaan korupsi anggaran vaksinasi sendiri melekat pada Dinas Kesehatan Kota Ternate senilai Rp22 miliar lebih, yang terealisasi hanya Rp15 miliar lebih.

Sementara kasus dugaan korupsi Covid-19 melekat pada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate senilai Rp24 miliar lebih. Dan, direalisasi hanya Rp14 miliar lebih.

Komentar

Loading...