Kejati Malut Selamatkan Uang Negara 1,5 Miliar

Kasipenkum Kejati Malut Apris Risman Ligua

TERNATE -PM, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) memperingati hari anti korupsi yang jatuh pada 9 Desember 2019, dengan cara menggelar upacara yang tergabung para siswa Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) Negeri 1, bertempat di halaman Kantor Kejati, Senin (9/12/2019).

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris
Risman Ligua, mengatakan untuk Kejati Malut dalam penanganan kasus korupsi terdapat
dua bidang. Pertama, bidang Pidsus penanganan kasus tahap penyelidikan sampai
dengan eksekusi namun untuk bidang Intelijen menangani kasus pengumpulan data. "Pencapaian
dari Januari hingga Desember 2019 ini untuk di bidang Pidsus proses
penyelidikan ada 11 kasus. Dari 11 kasus tersebut empat sudah dilimpahkan
proses penyedikan dan sisanya tujuh kasus saat ini masih proses penyelidikan,
"kata Apris, kepada wartawan, kemarin.

Untuk empat kasus sudah penyedikan,
satu sudah dihentikan karena unsur kerugian negara sudah tidak ada lagi,
sedangkan yang satu lagi sudah dilimpahkan ke penuntutan. Dari tahun 2019 ini
proses penuntutan tersebut baru satu kasus, sedangkan yang dua kasus sementara
masih proses penyidikan. "Untuk penyelamatan keuangan negara di bidang
pidsus senilai Rp 1,5 miliar dalam perkara atas nama Rukmini Ipa. Pengembalian
dalam tahap tuntutan kemudian eksekusi dari pembayaran denda atas nama
terpidana Ikram sebesar Rp 50 juta," akunya.

Apris, menambahkan kasus - kasus
dalam proses penuntutan di bidang pidsus sebanyak tujuh kasus. Tujuh kasus
tersebut dalam proses penuntutan dan sudah selesai sebanyak lima kasus, satu
dinyatakan banding. Sedangkan pencapaian kinerja di bidang Intelijen menangani
proses penyelidikan empat kasus. "Empat kasus tersebut ada salah satu
kasus yang sudah dihentikan karena kerugian negara sudah dikembalikan itu di bagian
alat praktek alat SMK, satu kasus sudah limpahkan ke Pidsus yakni kasus Samsat
Haltim,"jelasnya.

Bidang Intelijen juga mengupayakan menangkap buronan sehingga berhasil menangkap dua buronan kasus korupsi dengan tersangka atas nama Candra Kipu, kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan rumput laut di Kabupaten Pulau Morotai. " Selain itu juga tim Intelijen berhasil menangkap tersangka yang ditetapkan DPO atas nama Sek Ahmad M Kes itu ditangkap di Makassar terkait kasus korupsi di Sula. Kemudian tersangka tersebut sudah diserahkan di Kejari Sula untuk diproses lebih lanjut, "pungkasnya.(nox/red)

Komentar

Loading...