poskomalut.com
baner header

Kelangkaan BBM Jadi Sorotan DPRD, Komisi II; Stock BBM Perlu Ditambah

LABUHA-PM.com, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Halmahera Selatan mendapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Tanggapan tersebut datang dari ketua Komisi II DPRD Halsel, Gufran Mahmud. Ia mengaku kelangkaan BBM sendiri belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Meski begitu, Anggota DPRD dari fraksi Golkar ini meminta kepada pihak Pertamina agar stock BBM untuk Kabupaten Halmahera Selatan ditambah mengingat kebutuhan semakin meningkat. Tidak hanya pengguna kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Namun, transportasi laut juga semakin meningkat dan tentu permintaan BBM semakin naik.

“Pertamina sudah harus berpikir bagaimana caranya menambah kuota BBM untuk Halmahera Selatan karena sudah semakin meningkat pemakaiannya. mulai dari kendaraan darat maupun kendaraan transportasi laut,” pinta Gufran Mahmud saat dikonfirmasi Posko Malut diruang kerjanya Jum’at (22/10).

Gufran juga mengaku, hingga saat ini DPRD Halsel khususnya Komisi II belum mengantongi data terkait jumlah kuota BBM.

Dirinya juga meminta Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindag-Kop) agar segera menyiapkan data terkait jumlah Stock BBM.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Sarkani Tamimi dikonfirmasi awak media Kamis kemarin mengaku belum mengetahui data suplai BBM jenis bensin, pertalite dan pertamax terkait jumlahnya per bulan melayani masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan.

Sambung Sarkani tetapi, untuk BBM jenis minyak tanah (Mita) masih subsidi per bulan 750 ton tangani kebutuhan masyarakat.

“Iya, kalo BBM (Pertamina) jenis bensin sudah tidak bersubsidi sudah dicabut dari pemerintah pusat yang bersubsidi saat ini tinggal minyak tanah per bulanya jatah Mita di Halsel 750 ton, sedangkan BBM jenis bensin, pertalite dan pertamax saya tara (tidak) tau jumlah pastinya,” terang Sarkani.

Akibat dari kelangkaan BBM ini, sebagian penjual BBM enceran memanfaatkan situasi dengan menjual BBM jenis petralite seharga Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 20.000 per liter. (Bar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: