Keluarga Pasien Covid Mengeluh, Nurlela : Tim Gugus Perlu Dievaluasi

Nurlela Syarif

TERNATE-PM.com, Aksi protes pasien positif covid-19 yang keluar dari tempat karantina hotel Sahid Bela karena tekanan atas pelayanan medis dari Tim Gugus Medis Provinsi Maluku Utara (Malut), Kamis (14/5/2020) mendapat tanggapan dari anggota DPRD Komisi 3 membidangi kesehatan Nurlaela Syarif, sesuai rilis yamg dikirimkan ke redaksi Poskomalut.com Sabtu (16/5/2020).

Menurut Nurlaela, mengakui dirinya mendapat keluhan dari keluarga pasien berasal Ternate, karena keluarga mereka yang sedang dikarantina ini mengalami tekanan psikis karena pelayanan medis yang tidak memberikan hak rekam medis atau hasil real time swab pcr test pada pasien. Sementara pasien dalam kondisi tanpa gejala, dan sehat.

Lebih lanjut Nurlaela menyampaikan, keluhan lainnya yaitu kaitan penguatan ekonomi bagi keluarga pasien karantina tidak terpenuhi karena sebagian besar adalah tulang punggung keluarga.

“Saya mendapat laporan dari pihak keluarga ada yang masuk sejak April 2020, dan akhirnya keluarga marah baru bantuan sosial diberikan oleh tim gugus Kota Ternate yaitu berupa mie instan, aku keluarga saat lapor ke saya. Karena laporan ini saya langsung cek ke tim gugus kota Ternate, infonya ada uang tunai senilai Rp. 600.000 per KK, dan juga sembako lainnya seperti beras 10kg dan lainnya, jadi mana keterangan yang bener masih harus kami cek informasinya, agar valid,"jelasnya.

Selain itu, Ketua Fraksi Nasdem ini mengaku, kondisi memang sangat prihatin karena aksi pasien positif covid ini bisa membuat sikap apatis dari masyarakat, karena pesan aksi mereka di unggah di medsos, jadi viral sehingga menurut Nurlaela aksi pasien ini bisa membuat social trust atau kepercayaan publik berkurang dan ini cenderung tidak memberikan dampak positif atas penanganan gugus soal langkah social distancing, dan memutus mata rantai,

"Untuk itu menyarankan agar perlu jadi evaluasi bersama dan tidak saling menyalahkan, kondisi ini harus ditangani serius. kami beri masukan meski langkah dan upaya proaktif dan pendekatan sudah tim gugus provinsi lakukan kepada pasien, akan tetapi perlu dievaluasi,"ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga menyarankan tim gugus Provinsi tidak boleh lantas memutuskan untuk kembalikan pasien yang dianggap berulah ini kepada kabupaten/kota setempat. Karena sejak awal ini sudah jadi kesepakatan bersama bahwa pasien PDP atau positif itu ditangani oleh rumah sakit rujukan provinsi yaitu RSUD Chasan Boesori, sementara yang OTG dan ODP di kabupaten/kota.

"Jadi langkah yang harus di ambil saran pihaknya yaitu, segera lakukan uji TCM Swab Pcr kembali, dan untuk menenangkan pasien, Tim Gugus segera memberi masukan kepada saudara Gubernur perlu menyurati para pasien masing-masing, dengan isi surat meminta kesabaran dan pengertian pasien, melampirkan hasil swab pcr terbaru dan rincian penguatan ekonomi keluarga pasien yang akan diberikan, misalkan akan memberikan stimulan uang tunai berapa nilainya saat menjelang lebaran, sembako, dan lain-lain, serta pastikan keluargan pasien akan aman dijamin dalam fase pengobatan, untuk itu pasien diminta kooperatif dalam batas waktu proses medis dilakukan."pintanya.

Nurlaela akui, situasi penanganan wabah ini baru terbilag baru sehingga semua butuh penyesuaian, Ia berharap ini jadi bahan evaluasi bersama baik pasien maupun tim medis masing-masing.(sam/red)

Komentar

Loading...