Kemenangan Metrina Dirampok Wasit Hakim, Ketua Pengprov Pertina Malut; Kami Sangat Kecewa

JAYAPURA-PM.com, Atlit tinju putri Maluku Utara, Metrina Nenohai harus rela sabet medali perunggu di kelas amatir 45 kg pada gelaran PON XX Papua. Pertandingan dilaksanakan di GOR Cendrawasi, Jayapura, Papua, Minggu (10/10/2021).

Bertanding di babak semifinal melawan atlit Nusa Tenggara Timur (NTT), Enjelina Niis, Metrina harus kalah dengan keputusan hakim wasit yang kontroversial. Betapa tidak, Metrina yang terlihat mendominasi tiga ronde permainan, namun hakim wasit pertandingan memilih memenangkan Enjelina Niis. Ini tentu memupus kans Metrina merebut medali emas pertama untuk Maluku Utara.

Pelatih tinju Malut, Rudy Umbo usai pertandandingan mengaku sangat kecewa dengan keputusan hakim wasit. Pasalnya, setiap ronde, Metrina mampu melesakkan pukulan telak ke Enjelina Niis, namu oleh 5 hakim wasit diberikan poin yang tidak adil. Bahkan ada yang tidak memberikan poin sama sekali. Justeru sebaliknya hakim wasit memberikan poin kepada atlit NTT.

"Keputusan hakim wasit sangat kontroversial sekali. Semua orang tahu kalau tadi kita yang menang kok. Posisi kita menang, malah sebalikanya kita yang kalah. Penilaian sungguh tidak adil," ujar Rudy dengan kesal.

Ia mengatakan, keputisan hakim wasit kali ini sangat memalukan dan tentu merukan tim Maluku Utara. Kata dia, sangat disayangkan pada event sebesar PON, ada hakim yang tidak profesional menjalankan tugasnya dalam memberikan penilaian yang benar-benar adil.

Ia menyatakan, hakim yang tidak profesional mestinya diberikan teguran keras dan dicabut lisensinya, karena merusak nama baik tinju nasional. Selain itu, dapat memicu protes dari daerah yang dirugikan dan menodia gelaran PON.

Sementara, ketua Pengprov Pertina Malut, Hj Djasman Abubakar mengatakan, pertandingan tadi murni dimenangkan Metrina, namun dirampok oleh para hakim.

"Seharusnya Metrina yang menang. Tapi kemenangan itu dirampok para hakim," kesalnya.

Kata dia, Pertina Malut telah melayankan protes atas keputusan hakim wasit. Namun, dalam mekanisme tinju, protes tidak dapat mengubah hasil akhir. Akan tetapi, Pertina Malut bakal melaporkan ke dewan hakim agar hakim yang bertugas diberikan sanksi tegas.

"Keputusan hakim itu mengikat. Maka, kita protes dan melaporkan ke dewan hakim, agar hakim-hakim tidak profesional diberi sanksi yang sangat tegas," kecamnya.

Jasman menambahkan, pihaknya tidak mau ada oknum hakim yang mengotori geliat PON dengan mencari untung.

"Kami melihat ada indikasi wasit main belakang. Terus terang kami sangat kecewa dengan keputusan hakim," pungkasnya. (VhR/Red)

Komentar

Loading...