Kepala Biro Umum Manfaatkan Aset Pemprov untuk Aktivitas Galian C di Ternate

Tiga aset milik pemprov digunakan untuk aktivitas tambang galian C di Terante.

TERNATE-pm.com, Aktivitas pertambangan galian C, di RT 001/RW 001, Kelurahan Sulamadaha, Ternate Barat, milik CV. Adi Karya Mandiri terungkap didukung menggunakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara.

Penggunaan aset tersebut yakni Dua unit mobil serta Satu mesin lampu penerangan.

Berdasarkan penulusuran poskomalut.com, Dua unit mobil dan Satu mesin penerangan digunakan untuk menunjang aktivitas galian C milik CV. Adi Karya Mandiri sudah kurang lebih Dua tahun lamanya.

Untuk menyiasati agar tidak ketahuan, Satu unit mobil truk sudah dimodifikasi menjadi mobil tronton dan mengganti nomor polisi dari warna merah menjadi DG bodong berwarna hitam. Sementara Satu unit mobil HR-v  nomor polisinya pun sudah diganti dari warna kuning menjadi DG bodong berwarna hitam.  Satu unit mesin dijadikan sebagai penerangan di dalam area pertambangan.

Mulusnya penggunaan Tiga aset pemerintah itu terungkap bahwa pemilik CV. Adi Karya Mandiri ternyata milik oknum pejabat di Pemprov Malut. Pejabat dimaskud yakni Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara, inansial JW atau karib disapa Haji Udin.

Haji Udin ketika dikonfirmasi mengakui bawha tiga aset milik pemerintah itu digunakan untuk menunjang aktivtas perusahaan pribadinya.

Ia beralasan, truk yang sudah dimodifikasi menjadi mobil tronton dengan mengganti plat resmi ke DG bodong karena pihaknya sudah pengadaan mobil baru. Mobil yang lama tidak digunakan, sehingga dirinya mengambil.

"Mobil itu saya ambil karena ada pengadaan mobil baru, dan mobil itu sudah rusak serta tidak terpakai, sehingga diperbaiki untuk dipakai sementara sembari menunggu lelang. Rencana saya masukan ke daftar lelang agar dibeli, (saya yang akan beli), tapi sebelum dilelang saya modifikasi kembali semula," ungkapnya, Rabu (6/9/2023).

Sementara mobil HR-v, Haji Udin beradlih bahwa itu mobil dinasnya, tapi nomor polisi resminya pun diganti dengan DG bodong agar aktivitas di dalam Kota Ternate tidak terlihat seperti mobil dinas. Meski sudah bernomol polisi bodong, mobil tersebut digunakan untuk operasional tamu dari Jakarta.

"Kalau bawa ke area pertambangan galian C paling mengganti oli yang dikerjakan karyawan," katanya.

Untuk mesin penerangan, saat pembongkaran eks kediaman gubernur, tidak ada tempat untuk menyimpan, sehingga Hj Udin membawa ke area galin C. Mesin tersebut menurut Hj Udin sudah rusak dan tidak digunakan. Ia menyebut dua mesin penerangan milik pribadi pun ada.

"Mesin itu di kediaman eks gubernur yang berlokasi di Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, namun karena kediaman dibongkar, sehingga saya sebagai Kepala Biro Umum langsung membawa ke area tambang untuk didata. Artinya saya taru di galian C itu bukan jadi milik pribadi, tapi untuk mengamankan," pungkasnya.

Komentar

Loading...