poskomalut.com
baner header

Keuangan Daerah Mencekik, Istri Walikota Ternate Baronda di Luar Negeri

Bawah Sejumlah Istri Pejabat Kunjungi Tiga Negara

TERNATE-PM, Sikap tidak elok dipertontonkan istri Wali Kota Ternate Rosdiana Abdurrahman dan sejumlah istri pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate. Pasalnya, dengan kondisi keuangan daerah lagi mencekik, tetapi istri orang nomor satu di lingkungan Pemkot Ternate ini malah jalan-jalan ke luar negeri.

Bahkan tour ke luar negeri yang dilakukan Rosdiana Abdurrahman ini bersama dengan sejumlah istri para pejabat, yakni Nurjana kolter isteri Kepala Disnaker Jusuf sunya, Wulan isteri Kabag Pemerintahan, Vivi Asegaf isteri Kepala Balidbangda, Ais Conoras isteri Kepala BP2RD.

Dibawah pimpinan istri Wali Kota Ternate, para istri pejabat ini mengunjungi tiga Negara, yakni Malaysia, Thailand dan Singapura. Ironisnya, setiap tempat yang dikunjungi para istri pejabat ini selalu diabadikan ke media sosial. Salah satunya, akun facebook milik Nurjana.

Mirisnya, para istri pejabat ini juga sebagian adalah ASN aktif di lingkungan Pemkot Ternate. Bahkan memegang jabatan strategis, salah satunya Ais Conoras, sekretaris BPM-PTSP Ternate. Selain itu juga Ramjan Maka, salah satu Kabid di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, satu-satunya pria yang ikut serta dalam rombongan tersebut.

Para petinggi organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), melakukan perjalanan sejak tanggal 20 Januari lalu, dan baru kembali ke tanah air, dengan jumlah peserta sekitar 20 orang lebih.

“Mereka masih di Jakarta, mungkin sehari dua sudah kembali,” kata salah satu sumber internal Pemkot yang namanya enggan dipublikasikan ini.

Kegiatan tour para istri pejabat ini, menjadi buah bibir ASN di lingkungan Pemkot Ternate. Karena setiap lokasi yang dikunjungi selalu diabadikan ke media sosial.

Nurjana Kolter, saat dikonfirmasi membenarkan kalau dirinya dan sejumlah istri pejabat termasuk istri Wali Kota Ternae sedang melakukan kunjungan ke luar negri. Dirinya menepis, jika jalan-jalan ke luar negeri ini menggunkan uang daerah, tetapi menggunakan uang pribadi, hasil arisan.

“Tidak semua istri pejabat, kita saja yang tergabung dalam grup arisan,” singkatnya langsung menutup pembicaraan, ketika dikonfirmasi Posko Malut.

Sementara itu, akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Mukthar Adam menyebutkan, kondisi Kota Ternate ditengah defisit keuangan, belum lagi tekanan utang tahun sebelumnya, maka sesungguhnya pemerintah kota lagi menghadapi masalah keuangan kurang sehat, sehingga dibutuhkan perhatian khusus mengatasi berbagai jenis kegiatan yang berdampak kegiatan inefisiensi, agar penyehatan keuangan dapat diatasi.

Menurutnya, jika ada kegiatan yang berdampak pada inefisiensi, maka perlu dihindari, termasuk perilaku yang cenderung mempertontonkan cara – cara  yang tidak efisien kepada warga kota Ternate yang saat ini dalam keadaan defisit.

Cara-cara perjalanan rombongan istri-istri pejabat keluar daerah, memberikan efek publik yang tidak baik. Oleh karena, istri pejabat adalah representasi dari pejabat daerah.

“Disaat suami-suami lagi menghadapi ancaman defisit yang besar dan melakukan pemangkasan anggaran SKPD, tetapi para istri – istri pejabat melakukan perjalanan luar negeri, maka rakyat akan tidak percaya dengan skema defisit yang mengakibatkan banyak pemangkasan anggaran bagi fasilitas public,” jelasnya.

Sekalipun anggaran perjalanan mengunakan anggaran pribadi, tetapi secara etika dalam kondisi saat ini, tidak layak istri Walikota membawa rombongan pejabat kota keluar negeri, yang memberi pesan bahwa kondisi keuangan kota aman – aman  saja, buktinya istri – iatri  pejabat secara berombongan meninggalkan Kota Ternate dan keluar negeri.

Sementara para suami harus berjibaku dengan kondisi keuangan mengalami deficit, bahkan harus melakukan pinjaman ke pihak ketiga untuk mengatasi defisit, artinya tidak linier antara suami yang pejabat dalam tekanan defisit dan pinjam, tetapi para istri melakukan perjalanan keluar negeri yang kesan hura-hura dan kegiatan yang tidak produktif.

“Harusnya istri Walikota menjadi teladan bagi warga kota ditengah tekanan defisit dan ancaman pinjaman daerah,” ujarnya.

Hal senda juga disampikan Nurdin Muhammad. Akademisi Unkhair menyangkan gaya hidup yang diperlihatkan istri Wali Kota Ternate dan sejumlah istri pejabat ini.   Menurutnya, para istri pejabat ini mestinya memberi contoh dan menunjukkan teladan kepada publik dengan memperlihatkan gaya hidup (lifestyle) yang lebih sederhaana, sebagai cerminan kepdulian mereka terhadap keadaan ekonomi masyarakat.

“Bukan dengan mempertontonkan gaya hidup dan hura-hura, karena hal tersebut justru membuat masyrakat menjadi tidak lagi simpati,” kesalnya.

“Mereka harusnya menjadi pelopor dalam Program pemberdayaan ekonomi rumah tangga masyarak miskin dan kurang beruntung didaerah ini,” tambah Nurdin. (cha/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: