Komisi II Kepsul Janji Panggil Diskopirindag dan PT Sanana Lestari

Ketua Komisi II DPRD Kepsul, Sahyarul Fatgahipon

SANANA-PM.com, Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), dalam waktu dekat akan memanggil Dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) untuk mempertanyakan mekanisme distribusi BBM jenis Minyak Tanah (Mita). Sebab, informasi yang diterima komisi ekonomi dan keuangan itu, pendistribusian Mita tidak sesuai ketentuan.

"Kami mendapat pengaduan dari masyarakat, kalau mereka
sulit memperoleh Mita, serta tidak sesuai harga yang ditentukan pemerintah.
Makanya kami, akan panggil Diskopirindag untuk dimintai penjelasan," ungkap
Ketua Komisi II DPRD Kepsul, Sayahrul Fatgahipon. 

Sahrul mengaku, Komisi II menduga  hampir seluruh pangkalan mita dalam Kecamatan
Sanana, tidak melayani masyarakat dengan baik. "Menurut warga, harga mita
di pangkalan Rp 4.000 per liter, tetapi mereka sulit untuk memperoleh dengan
harga begitu, karena seluruh pangkalan yang mereka datangi, mengaku mita
kosong, sehingga dengan terpaksa mereka harus membeli di pengecer dengan harga
Rp 6.000 per liter. Inikan sudah keterlaluan," katanya. 

Sahyarul menambahkan, masalah pendistribusian minyak tanah dari pihak pangkalan yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah tersebut terjadi karena, Disperindag selaku instansi teknis tidak melaksanakan fungsi pengawasannya dengan baik. “Komisi II juga akan memanggil pihak PT Sanana Lestari, karena yang bertugas mendistribusikan mita dalam wilayah kepulauan sula adalah PT Sanana Lestari," pungkasnya. (fst/red)

Komentar

Loading...