Komisi III DPR-RI Soroti Pelarian Napi di Halut

Ketua Komisi III DPR-RI, Bambang Wuryanto.

TERNATE-pm.com, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menoroti sejumlah kasus di Lapas dan Rutan di Malut.

Salah satunya adalah kasus pelarian nara pidana (napi) di Kabupaten Halmahera Utara.

“Di Kemenkumham ada beberapa permasahalan yang telah dibahas, termasuk pelarian napi dari dalam Lapas,” ungkap Ketua Komisi III DPR-RI, Bambang Wuryanto usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kanwil Kemenkumham Malut di Sahid Bella Hotel Ternate, Senin (20/2/2023).

Permasalahan tahanan kabur ini bukan hanya terjadi pada napi berkewarganegaraan Indonesia. Tetapi napi asal Filipina yang kabur di Tobelo, Halmahera Utara.

Menurut Bambang, pelarian napi asal Filipina di Tobelo ini menjadi catatan RDP sebagai bentuk menggali aspirasi dan pengawasan dari daerah.

“Yang pasti setelah RDP, nanti akan dilanjutkan dengan rapat internal komisi untuk mendapat solusi,” katanya.

Mengenai pelarian napi, nantinya akan dikumpulkan dari berbagai pihak baik kepolisian maupun kejaksaan untuk membicarakan lebih lanjut terkait dengan solusi dan dampak ke depannya.

“Nanti dibicarakan bersama dengan kepolisian maupun dengan kejaksaan, kira-kira apa solisasinya dan dan apa dampaknya,” tururnya.

Pelarian WNA itu menurut Bambang, ada pada putusan hakim yang tidak melakukan penahanan, karena ancaman hukumannya kurang dari 5 tahun.

“Makanya ini nanti dilakukan audit keputusan, karena kita tidak boleh semena-mena kemudian menyalahkan,” tegasnya.

Untuk diketahui, dua WNA diproses hukum karena kedapatan memasuki wilayah Indonesia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Kasus tersebut awalnya ditangani Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo, Halmahera Utara, dalam proses hukum keduanya ditempatkan di ruang detensi pada kantor imigrasi.

Setelah ditahap II ke JPU Kejari Halmahera Utara dan disidangkan, Pengadilan Negeri Tobelo tidak mengeluarkan surat penahanan kepada kedua terdakwa yang merupakan suami isteri, sehingga kabur kembali ke negara asal.

Komentar

Loading...