Kongres Askot Ternate Dianggap Inprosedural, Sejumlah Klub Desak KLB

Surat desakan KLB yang dilayangkan Asosiasi Futsal Ternate.

TERNATE-PM.com, Asosiasi Kota (Askot) Ternate didesak segara menggelar kongres luar biasa atau KLB. Ini setelah sejumlah klub sepakbola di bawah naungan Askot Ternate menyatakan sikap menuntut KLB secepatnya.

Informasi yang dihimpun poskomalut.com, sudah ada 15 klub telah mengajukan permohonan KLB secara tertulis ke Komite Eksekutif Asosiasi PSSI Ternate. Tuntutan untuk pengambilan kebijakan tertinggi itu mengacu pada statuta PSSI dalam Pasal 34.

Pada pasal ini, disebutkan komite eksekutif harus mengadakan KLB jika 50 persen anggota PSSI. Atau dua per tiga delegasi yang mewakili anggota PSSI mengajukan permintaan tertulis.

Permintaan tersebut harus menyebutkan hal-hal yang hendak dicantumkan di dalam agenda kongres. KLB harus dilaksanakan dalam jangka waktu tiga bulan setelah diterimanya permintaan.

Apabila kongres tidak dilaksanakan, anggota PSSI yang mengajukan permintaan dapat mengadakan kongres sendiri. Sebagai upaya akhir, anggota PSSI dapat meminta bantuan dari FIFA.

Keinginan diselenggarakannya KLB ini disampaikan Ketua Harian PS. Indonesia Muda, Kobe Rusdi saat ditemui awak media di Istana Caffe, Rabu (12/1/2022).

Kobe mengatakan, permohonan permintaan kongres luar biasa ini ditujukan ke Komite Eksekutif Asosiasi PSSI Ternate. Kemudian ditembuskan ke PSSI Maluku Utara, KONI dan Dispora Kota Ternate.

“Apabila deadline 60 hari itu tidak ditindaklajuti, maka klub-klub berhak melakukan kongres sendiri. Kita juga surati ke Asprov untuk turunkan karateker untuk jalankan kongres Askot PSSI Ternate dengan agenda pemilihan ketua dan wakil ketua, sekaligus melakukan pemberhentian terhadap anggota yang terlibat masalah hukum,” katanya.

Kobe menyatakan, langkah yang ditempuh ini dilatarbelakngi ketidaktranspranasi kerja Komite Pemilihan Askot Ternate. Penjaringan calon ketua maupun proses verifikasi syarat administrasi dilakukan tidak sesuai mekanisme dan mengabaikan statuta PSSI.

Ketua Asosiasi Futsal Kota Ternate, Iip Jaya Apriansyah dalam suratnya menyatakan, langkah yang diambil tersebut diatur dalam statuta PSSI tentang hak anggota PSSI.

Setiap anggota PSSI berhak memberikan masukan dan mendapatkan informasi sebelum pelaksaan kongres PSSI (termasuk Kongres Askot Ternate). Bersifat tunduk dan tidak boleh bertentangan dengan statura, kode etik, regulasi, ketentuan, dan instruksi atau edaran PSSI.

“Pelaksanaan Kongres Askot PSSI Ternate dengan agenda pemilihan ketua, wakil ketua, dan komite eksekutif oleh komite pemilihan tidak independen, tidak netral, dan bekerja tidak berdasarkan statuta PSSI,” beber Iip, dalam surat perihal KLB yang dilayangkan pada 7 Januari 2022.

Selain itu, Iip juga mendesak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku Utara secepatnya melaksanakan KLB. Memberhentikan anggota bermasalah hukum berdasarkan putusan pengadilan yang menjabat di badan-badan PSSI.

Komentar

Loading...