Konoras: Tindakan Hukum BNNP Tidak Manusiawi

Ketua Peradi Malut, Muhammad Konoras, SH.

TERNATE-PM.com, Kuasa hukum keluarga tersangka Usman
Hi Umar, Muhammad Konoras belum puas dengan tindakan BNNP Malut yang menetapkan
kliennya sebagai tersangka. "Paling tidak selaku orang yang memahami
tentang mekanisme dan prosedur penyelidikan dan penyidikan dalam proses
penegakan hukum, saya melihat tindakan hukum paksa yang dilakukan penyidik BNNP
Malut terhadap Usman sangat lah tidak manusiawi (melanggar hak asasi manusia ).
Bahkan bisa dikualifikasi sebagai tindakan yang mengarah pada penyelundupan
hukum," kata Konoras kepada Posko Malut, Minggu (10/11/2019).

Konoras
menilai, keputusan BNNP menetapkan anak bos toko intisari itu sebagai tersangka,
tanpa ada proses penyelidikan dan penyidikan, melainkan hanya berdasarkan pada
analisa intelijen yang sumber informasinya tidak jelas alias hanya prakiraan.
Dari hasil pemeriksaan saksi pada pemeriksaan praperadilan kemarin, selaku
kuasa hukum keluarga tersangka menilai bahwa BNNP tidak sekedar tidak mampu
membuktikan dalil-dalil nya untuk menetapkan Usman sebagai tersangka.

"Lebih
dari itu tindakan pihak BNNP tersebut sangat tidak profesional yang berakibat
fatal bagi wajah buruk penegakan hukum di Malut khususnya dalam hal
pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika,"ujarnya

“Masa
seseorang dipersangkakan suatu peristiwa pidana hanya berdasarkan pada analisa
intelijen yang kosong isinya ? yang paling lucu lagi adalah ketika pihaknya
bertanya kepada saksi yang nota bene petugas intelijen BNNP yang dihadirkan
didepan persidangan tidak mau memberitahukan tentang dokumen-dokumen apa yang
mendasari analisanya,” katanya semabari mengaku pihak BNNP hanya menjawab tidak
bisa menyampaikan didepan persidangan.

“Padahal
dia sedang memberikan keterangan untuk memperkuat dalil dalil dari BNNP
dihadapan sidang yang terbuka untuk umum. Dengan demikian saya punya keyakinan
besar tindakan BNNP terhadap tersangka Usman adalah tindakan penyelundupan
hukum yang berakibat fatal," jelasnya seraya Konoras menegaskan soal
dikabulkan atau tidaknya permohonan praperadilan yang pihaknya ajukan, selaku
kuasa hukum keluarga tersangka menyerahkan kepada keyakinan hakim. karena
semuanya adalah hak mutlak hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini.” pungkasnya.
(nox/red)

Komentar

Loading...