poskomalut.com
baner header

Kontraktor Janji Selesaikan Proyek Unipas Morotai Tepat Waktu

MOROTAI-PM.com,  Direktur PT. Rajawali Indah Permai Toni Telehala, mengakui kesalahannya, terkait keterlambatan pembangunan infrastruktur Universitas Pasifik (Unipas) Morotai. Kesalahan itu menjadi catatan bagi dirinya untuk diperbaiki.

“Ada faktor-faktor lain, yang mungkin kami akan focus, kami punya kelalaian dan itu kami akan selesaikan. Memang sedikit ada kendala soal tanah, tapi saya tidak mau masuk ke situ, karena itu nanti diselesaikan oleh dinas terkait. Yang jelas kami sudah mulai kerja, Karena ini menyangkut dengan aset daerah, maka kami juga tidak main-main. Apa yang menjadi kesalahan kami, akan kami perbaiki, dan kami selesaikan tepat waktu,” jelas Toni kapada wartawan, Rabu (4/03/2020).

Walaupun proyek Multiyears yang seharusnya dikerjan tahun lalu, tetapi  baru dikerjakan sekarang. Namun, Ia optimis, pembangunan gedung Unipas akan selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja. “Saya optimis, pekerjaan tidak akan lewat waktu,” janjinya.

Terpisah, PKK Pembangunan Gedung Unipas, Ari Junaidi Wali, kepada koran ini mengungkapkan, dari hasil rapat antara Dinas PU dan pihak rekanan telah diketahui alasan keterlambatan pembangunan proyek tersebut.

“Hasil rapat untuk pembangunan Kampus Unipas, dari pihak pelaksanaan menyatakan bahwa keterlambatan pekerjaan karena pembelian material pabrik terlambat bukan material lokal, sehingga dengan adanya keterlambatan material itu, sampai mereka terlambat kerja,” jelas Ari.

“Kemudian hasil rapat masalah lokasi lahan yang belum terselesaikan, diselesaikan nanti tunggu Pemda (Bagian Pemerintahan). Tapi untuk bangunan yang tidak bermaslah (soal tanah) itu  sudah mulai di laksanakan pembangunannya,” tambahnya. 

Dalam masalah ini, ia menyebutkan, pihaknya telah memberikan surat teguran pertama kepada pihak perusahan atas keterlambatan kerja kemarin.

“Atas kendala tersebut kami sudah berikan surat teguran pertama, setelah surat teguran tidak diindahkan lagi maka kami keluarkan surat peringatan kedua, itu sudah peringatan keras. Untuk sampai pada pemutusan kontrak itu kecuali kita sudah keluarkan surat peringatan ke tiga (jika peringatan kedua masih belum diindahkan),” tegasnya. (ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: