poskomalut.com
baner header

Korupsi Bendungan Irigasi Kaporo Kepsul Tahap Pematangan Alat Bukti

TERNATE-PM.com, Proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek bendungan irigasi di Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Tengah Kabupaten Sula (Kepsul) sebesar Rp 8,5 miliar pada tahun 2018 yang bersumber dari DAK, masih dalam pematangan alat bukti.

“Setelah SPDP dikirim ke jaksa penuntut Kejati Malut, selanjutnya kita akan melakukan pematangan penyidikan untuk menentukan alat bukti apa saja yang nanti dipakai dalam penetapan tersangka,” kata Dirreskrimsus Polda Malut Kombes Pol Alfis Suhaili kepada Posko Malut, Senin (2/2/2020).

Menurut Alfis, dalam melakukan pembuktian dugaan terjadinya tindak pidana dalam kasus ini ditangan penyidikan. Pihaknya bakal melakukan pemanggilan kembali sejumlah pihak-pihak yang terkait seperti KPA, PPK dan rekanan dan sejumlah staf dinas terkait. “Kita akan periksa ahli, turun lapangan dan melakukan permintaan audit kembali ke BPKP Malut,” ujarnya.

Sesuai informasi yang dikantongi, dalam proses perjalanan kasus tersebut penyidik Ditreskrimsus Polda Malut, diam-diam sudah menetapkan tiga tersangka antara lain dengan jabatan masing-masing Bendahara dinas terkait, Kabid di salah satu dinas terkait dan tangan kanan kontraktor dari PT Amarta Mahakarya. (nox/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: